Kamis, 30 Januari 2014

Akankah Sang Pengembara Terus Merana



Ya Allah cakrawala memang tidak dapat kubendung
Jalan setapak tak dapat ku jejaki tanpa tali-temali agung
Cuaca mendung tak dapat kusinggung
Gunung-gunung dengan berbagai kehidupan berkilau tanpa tanggung
Lautan biru menjadi hidup dengan datangnya awan-awan senja
Dedaunan rindang tidak selamanya buta dengan gelapnya mata
Semuanya penuh canda dan tawa ria
Dengan kehidupan yang tak ternoda
Namun entah kenapa
Perjalanan hidup dari seorang pengembara  seakan selalu merana
Perjalannya tanpa ranting-ranting pohon berbunga
Istana terasa lemah tanpa panglima
Sang raja selalu termenung dalam kesendiriannya
Otaknya dipenuhi dengan seribu tanda tanya
Pikirannya terus berputar tiada henti tuk memutuskannya
Hanya nyanyian sunyi yang rindukan
Dengan cakrawala malam penuh kesunyian
Dengan harapan angin-angin malam dapat berguman
“tenanglah kawan, semuanya pasti ada jalan”
Ya… Allah…
Akankah semua ini berlalu hingga akhir penderitaan
Akankah semua ini berlalu hingga akhir pengurbanan
Jika memang demikian..
Izinkan ku meminta pada kehidupan
اللهم اخلص قلبي في كل عمري
وتمم قلبي في كل حاجتي
ولا تقبض روحي قبل أنترضاك علي حياتي

Tidak ada komentar: