Tampilkan postingan dengan label Bahasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Maret 2022

Jangan Tengkar Hanya Karena Beda Istilah


Kita sering menolak sebuah istilah, atau terma, karena ia sesuatu yang baru atau belum biasa digunakan atau hanya karena ia bahasa orang/bangsa asing yang tidak kita sukai atau kita benci. Atau karena kepentingan tertentu. Atau karena pengetahuan bahasanya sangat lemah, misalnya tidak paham bahasa metafora (majaz), dll. 
Contoh yang biasa dikemukakan antara lain Gender, Hermeneutika, Demokrasi dan sebagainya. Boleh jadi juga seperti istilah “Islam Nusantara” (Isnus), “Islam Abangan”, “Islam Progresif”, “Islam Konservatif”, dll.
Padahal dalam pergaulan sehari-hari kita banyak menggunakan istilah-istilah asing bukan hanya produk barat yang Nasrani dan sekuler, tetapi juga produk kafir atheis atau Hindu dan sebagainya. Seperti Nasionalisme, Bhinneka Tunggal Ika, derma, bakti, suwarga (sorga), dan lain-lain.
Hal paling utama untuk dipikirkan seyogyanya bukanlah soal nama atau istilah itu, tetapi substansi dari nama atau istilah tersebut, apakah dapat dipahami atau tidak, apakah sama atau tidak maksudnya dengan bahasa kita sendiri atau bahasa bangsa lain yang kita cintai, misalnya Arab. Bahasa manusia berbeda-beda dan bahasa adalah symbol dari makna yang ada di dalamnya. Sama juga dengan bahasa isyarat atau tubuh. Jika kita paham atas istilah itu dan secara substansi tidak bertentangan dengan prinsip yang kita yakini, mengapa harus ditolak?.
Ulama mengatakan :
لا مشاحة فى الاصطلاح
“La Musyahata fi al-Isthilah”. Secara literal ungkapan ini berarti istilah/bahasa tidak pelit.
Maka:
لا ينبغي أن يمنع أحد أحدا أن يستعمل اصطلاحا معينا في معنى معين، إذا بين مراده بهذا الاصطلاحا.
"tidak seyogyanya seseorang melarang orang lain menggunakan suatu istilah tertentu untuk memberi makna sesuatu, jika dia menjelaskan maksudnya."
Akhirnya aku ingin bilang : orang yang berpengetahuan tidak akan buru-buru menyatakan atau menilai sesuatu di ruang publik sebelum memikirkannya.
Orang yang berpengetahuan dan rendah hati akan bertanya lebih dulu atas sesuatu istilah tertentu, kepada orang yang membuat istilah itu. Kecuali sudah didahului oleh rasa tidak senang.
Oleh. KH Husein Muhammad



Makna Filusufis Logo Halal Indonesia Yang Baru

Makna Filusufis Logo Halal Indonesia Menurut Muhammad Aqil Irham Kepala BPJPH dapat dilihat dari bentuk dan warnanya:
1. Bentuk
Label Halal Indonesia terdiri atas dua objek, yaitu bentuk Gunungan dan motif Surjan atau Lurik Gunungan pada wayang kulit yang berbentuk limas, lancip ke atas. Ini melambangkan kehidupan manusia. Bentuk gunungan itu tersusun sedemikian rupa berupa kaligrafi huruf Arab yang terdiri atas huruf ha, lam alif, dan lam, dalam satu rangkaian sehingga membentuk kata 'Halal'. Bentuk tersebut menggambarkan bahwa semakin tinggi ilmu dan semakin tua usia, maka manusia harus semakin mengerucut (golong gilig) manunggaling Jiwa, Rasa, Cipta, Karsa, dan Karya dalam kehidupan. Artinya bahwa manusia akan semakin dekat dengan Sang Pencipta.
Sedangkan motif surjan yang juga disebut pakaian takwa mengandung makna-makna filosofi yang cukup dalam. Di antaranya bagian leher baju surjan memiliki kancing 3 pasang (6 biji kancing) yang kesemuanya itu menggambarkan rukun iman. Selain itu, motif surjan atau lurik yang sejajar satu sama lain mengandung makna sebagai pembeda atau pemberi batas yang jelas. Hal itu sejalan dengan tujuan penyelenggaraan Jaminan Produk Halal di Indonesia untuk menghadirkan kenyamanan, keamanan, keselamatan, dan kepastian ketersediaan produk halal bagi masyarakat dalam mengonsumsi dan menggunakan produk.
2. Warna
Warna ungu sebagai warna utama label dan hijau toska sebagai warna sekundernya. Tiap warna memiliki makna masing-masing. Ungu adalah warna utama Label Halal Indonesia. Warna ungu merepresentasikan makna keimanan, kesatuan lahir batin, dan daya imajinasi. Sedangkan warna sekundernya adalah Hijau Toska, yang mewakili makna kebijaksanaan, stabilitas, dan ketenangan.


Minggu, 01 November 2020

Melangkah Pasti Di Penjara Suci

 
Mencetak generasi yang professional, religius, berdaya dan berbudaya, begitulah visi penjara suci dimana aku tinggal.

Entah sampai kapan aku akan terus berdiam didalamnya, waktu terus berputar cakrawala kian melebar, kotak berpikirku semakin sempit, kedunguanku semakin melejit.

Hamparan sejadah tidaklah cukup untuk dijadikan alas bertafakkur mengusik langit yang sedang sunyi, mengisi ruang-ruang kecil dalam kotak berpikir. Tangan terkepal harus terbuka lebar, jari-jemari harus lihai menelaah lembaran-lembaran bertuliskan sandi-sandi kehidupan.

Penjara suci, merupakan kata lain dari pondok pesantren tempat menimba ilmu, mengasah minat dan bakat guna menjadi generasi yang berdaya, memiliki keterampilan dalam mengatur kehidupan menjadi lebih baik, serta berbudaya, tahu diri siapa aku dan siapa dia, diaman aku dan harus bagaimana.

Pondok pesantren bukanlah sebatas tempat untuk mendidik santri menjadi seorang yang hafal atau bisa bertahlil saja, mengaji, ngitab. Pondok pesantren merupakan ladang subur, tempat beranika rasa, tempat beranika warna, tempat beranika karya.

Tiada gading yang tak retak, semua manusia mempunyai kekurangan dan kelebihan, begitulah sang maha karya menciptakan kehidupan dengan penuh warna, supaya saling melengkapi kepada sesama. Kekurangan dan kelebihan manusia harus diterpa dan ditata guna menjadi pribadi-pribadi yang berdaya dan berbudaya.

Aku bukanlah manusia sempurna yang memilik segalanya, aku hanyalah manusia biasa yang tidak punya segalanya, namun aku ingin berusaha untuk menata diri, berdaya tanpa berbudaya tidaklah cukup, karena hanya akan membawa kehampaan dalam kehidupan.

Ditempat suci ini aku mengembara melanglang buana, belajar makna kehidupan yang sebenarnya belajar menjadi manusia seutuhnya. Disinilah aku berdiam mengisi kotak kosong dan rasa yang hampa dengan penuh warna, hari demi hari kuhabiskan untuk berlayar dan mendaki mencari secercah cahaya Ilahi. Rasa haru dan pilu pastilah berlalu dalam benakku, rasa rindu untuk bertemu bagaikan bayangan yang tak mau berlalu. Angin bersama ombak tak pernah berhenti melambai menghalau rasa merubah suasana, namun aku harus menyadari, semuanya hanyalah benang-benang peruangan.

Man Jadda Wajada (barang siapa bersungguh-sungguh, dia akan berhasil). Benang-benang perjuangan tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti melangkah, hidup penuh pilihan, akupun bertekad untuk berjalan memilih menjadi manusia yang melangkah pasti dengan penuh arti.

Banyak orang beralasan, saya tidak bisa karena saya tidak punya biaya, saya tidak mampu, padahal belum mencoba, saya tidak kuat, padahal belum melangkah. Jika alasa-alasan itu aku letakkan dikotak pikiranku, sudah pasti aku tidak dapat mengembara melanglang buana belajar makna kehidupan yang sebenarnya.

Aku berjalan dengan penuh kesederhanaan belajar makna kehidupan, karena aku sadar aku memang manusia yang terlahir dari keluarga yang tak berdaya. Namu aku yakin orang tuaku berbudaya. Annisa` ayat 100 merupakan jimat perjalanan hidupku dalam mengembara menelusuri tebing terjalnya kehidupan. Dalam ayat itu berbunyi ;

“Barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”

Dalam kesederhanaanku, aku harus yakin bahwa aku harus berjalan melangkah pasti. Ayat ini menjadi sandaran dalam perjalananku, aku mengembara melanglang buana karena Lillah, disaat kotak pikiranku tertutup rapat, akupun berteduh meratap dan menatap titik kehidupan, menagih janji-janji kehidupan yang tertuang dalam al-quran.

Dalam kesungguhan tiada aral yang melintang, hanya butuh kesabaran dan ketabahan dalam menjalani kehidupan.

 Pamekasan, 1/11/2020_Sang Pengembara Kedamaian

Jumat, 29 Mei 2020

DIRI DAN MAKNANYA


1. ALIF artinya tidak ada tuhan selain Allah
_
2. BA artinya yg awal dan yg akhir, yg buka dan yg tutup
_
3. THA artinya yg menerima taubat dari segala hambanya
_
4. TSA artinya yg maha menetapkan bagi semua mahluk
_
5. JIM artinya yg maha agung, dan terpuji serta suci akan seluruh nama namanya
_
6. KHA artinya yg haq, maha hidup, penyayang dan kekal
_
7. KHO artinya yg mengetahui akan seluruh perbuatan hamba hambanya
_
8. DAL artinya yg memberi balasan kepada hambanya baik atau buruk
_
9. DZAL artinya yg maha memiliki seluruh keagungan dan kemuliaan
_
10. RA artinya yg maha lembut terhadap hamba hambanya
_
11. ZA artinya yg merupakan hiasan hamba terhadap khaliknya
_
12. SIN artinya yg maha mendengar dan yg maha melihat
_
13. SYIN artinya hanya kepada Allah seorang hamba bersyukur
_
14. SHOD artinya yg maha benar akan setiap janji janjinya
_
15. DHOD artinya yg maha nampak dan menampakan seluruh tanda tanda
_
16. THO artinya yg maha adil dan maha bijaksana
_
17. DHZO artinya tidak beranak dan tidak diperanakan
_
18. 'AIN artinya yg maha mengetahui akan hamba hambanya
_
19. GHOIN artinya tempat pengharapan dari semua ciptaan
_
20. FA artinya yg maha menumbuhkan biji bijian dan tumbuh tumbuhan
_
21. QOF artinya yg maha kuasa atas segala mahluk
_
22. KAF artinya yg maha mencukupi dan tidak ada satupun yg setara dengan dia
_
23. LAM artinya yg maha kaya dan pemurah terhadap hamba hambanya
_
24. MIM artinya yg memiliki semua kerajaan
_
25. NUN artinya cahaya bagi langit dan bersumber pada cahaya arasy-nya
_
26. WAWU artinya tempat bergantung semua mahluk dan tidak dipersekutukan
_
27. HA artinya yg maha pemberi petunjuk kepada seluruh mahluknya
_
28. LAM ALIF artinya tidak ada tuhan selain Allah dan tidak ada sekutu baginya
_
29. HAMZAH artinya yg maha pemberi petunjuk kepada seluruh mahluknya
_
30. YA artinya kekuasaan Allah yg terbuka luas bagi seluruh mahluknya
-----------------------------------------------------------------------------------------
1. Didalam sulbi: MAUL HAYAT namanya (misrak kan nafas ke sulbi)
_
2. Dipohon kalam: MADI namanya (Nuk)
_
3. Dipucuk kalam: MANI namanya
_
4. Keluar kalam: MANIKAM namanya (jalil jalallah nama asli bayi)
_
5. Mula masuk: NUTFAH namanya
_
6. Umur satu bulan: RUH NABATI namanya (jalallah)
_
7. Umur tiga bulan: RUH JASMANI namanya
_
8. Umur lima bulan: RUH NAFSANI namanya
_
9. Umur tujuh bulan: RUH ROHANI namanya (tik tik tik)
_
10. Umur sembilan bulan: RUH IDHAFI namanya (haq haq memuji dirinya rabbun)
_
11. Keluar dari rahim: WALADAL INSAN AMINULLAH namanya
_
12. Umur tujuh hari: MUHAMMAD namanya
_
13. Umur empat puluh hari: MUHAMMAD IDHAFI namanya
_
14. Umur dua tahun: MUHAMMAD AINAL INSAN namanya
_
15. Umur tujuh tahun: MUHAMMAD SHOLATULLAH namanya
_
16. Umur sepuluh tahun: MUHAMMAD SHOLAWATULLAH namanya (detik nafas)
_
17. Umur empat belas tahun: MUHAMMAD KAMARULLAH namanya
_
18. Umur dua puluh lima tahun: MUHAMMAD AMINULLAH namanya
_
19. Umur tiga puluh lima tahun: MUHAMMAD SHIRATULLAH namanya
_
20. Umur empat puluh tahun: MUHAMMAD UZUNULLAH namanya
_
21. Umur empat puluh satu tahun: MUHAMMAD RASULULLAH namanya
_
22. Ketika isra'miraj: ABDULLAH namanya
_
23. Ketika dilangit: MUHAMMAD MUTLAK namanya
_
24. Ketika dimustawa: AHMAD namanya
_
25. Ketika umur enam puluh tiga tahun: KALAMULLAH namanya
_
26. Ketika kembali: RAHMATULLAH namanya
_
27. Ketika di mahsar: AL HASYIR namanya
_
28. Lebur kehadirat Allah: HABIBULLAH namanya
_
29. Nama yg terahasia: AHMAD ABUL QASIM namanya
_
30. Nama tiada huruf tiada suara: HAQ namanya (aslinya)
_
Itulah tiga puluh huruf, Tiga puluh ayat, Tiga puluh juz menjadi Al Qur'an dalam dirimu...
_

Kamis, 07 Mei 2020

Mengenal Pujian Para Salik

8

Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahim..
Puji yang empat :
Puji orang Syariat : Lailahaillallah
Puji orang Tarekat : Hu Allah
Puji orang Hakekat : Allah – Allah
Puji orang Makrifat : Hayyun – Hayyun _____________________________________ JUMLAH KALIMAH EMPAT MACAM : Kalimah syariat : Lailahaillallah. Tiada Tuhan yang disembah melainkan Allah . Kalimah Tauhid : Lailahaillallah. Tiada Tuhan adanya Allah . Kalimah Hakikat : Lailahaillallah. Tiada Dayaku hanya pada kuasa Allah . Kalimah Makrifat : Lailahaillallah. Tiada Ujudku hanya Ujud Allah _________________________
DIRI ADA LIMA MACAM : Diri terdiri Artinya Berdirinya Allah Diri tajali Artinya Nyatanya Allah Diri terperi Artinya Susah senang Diri sendiri Artinya Diri yang ada Diri Asli Artinya Mengenal Zat Allah . Nafikan diri kita, Adanya yang punya Diri, Artinya Diri sendiri tiada diri yang lain Hanya diri yang ada itulah sebenarnya Diri Hak Mutlak, awal dan Akhir yang bernama Allah _________________
ANASIR EMPAT : Allah : Zat, Sifat, Asma, Af’al Muhammad : Ujud, Ilmu, Nur, Suhud Adam : Api, Air, Angin, Tanah Hamba : Uri, tembuni, Tuban, Darah _______________________
KALIMAH LIMA NABI :
1. ADAM : LAILAHAILLALLAH ADAM SUFI ALLAH
2. IBROHIM : LAILAHAILLALLAH IBROHIM KHOLILULLAH
3. ISA : LAILAHAILLALLAH ISA ROHULLAH 4. MUSA : LAILAHAILLALLAH MUSA KALAMULLAH
5. MUHAMMAD : LAILAHAILLALLAH MUHAMMADAROSULULLAH _______________________
PAHAM yang KHUSUS : LAILAHAILLALLAH, diri KU ini adalah diri ALLAH
 ________________________________
PUJI MUHAMMAD ADA TUJUH : LAILAHAILLALLAH MUHAMMAD RASULULLAH LAILAHAILLALLAH MUHAMMAD RAHASIA ALLAH LAILAHAILLALLAH MUHAMMAD HAMBA ALLAH LAILAHAILLALLAH MUHAMMAD SIFAT ALLAH LAILAHAILLALLAH MUHAMMAD HAK ALLAH LAILAHAILLALLAH MUHAMMAD ZAT ALLAH LAILAHAILLALLAH MUHAMMAD UJUD ALLAH __________________________________________ JALAN MENGENAL TUHAN ADA EMPAT : Islam Iman Tauhid Makrifat .
Islam Artinya : Selamat sempurna Awal dan Akhir yang mengenal Allah itulah sebenarnya Islam Agama itu pembawaan Islam .
Iman Artinya : Percaya pada zat yang ada, Hakiki Mutlak yang bernama Allah .
Tauhid Artinya : Satu, tiada dua, Hakekat tauhid, ada Tuhan tiada Hamba .
Makrifat Artinya : Mengenal diri, menafikan diri yang ada lalu mengadakan atau mengisbatkan diri Tuhan, isbat Zat, isbat Sifat, isbat Asma, isbat Af’al, Illallah __________________________
JALAN MATI ADA TUJUH : Berhenti bernapas, mati namanya Diselubungi, ditutup, mayat namanya Dimandikan, Robial Roin namanya Dibungkus, sifat namanya Disambut dalam kubur, Muhammad namanya Dimiringkan dalam kubur, Allah namanya Ditimbun dengan tanah, rahmatullah namanya ________________________________
HAKIKAT MENGENAL TUHAN : ALIF : Zat = Kuasa LAM AWAL : Sifat = Menerima Kuasa LAM AKHIR : Asma = Menjalankan Kuasa HA : AF’AL = Menyatakan Kuasa _______________________________________ HAKIKAT LIMA NABI PADA DIRI KITA : Nabi Adam : Jasad kita Nabi Ibrahim : Hati kita Nabi Isa : Roh kita Nabi Musa : Mulut kita Nabi Muhammad : Rupa kita ________________________
IMAM PADA DIRI KITA : Imam Syafi'i : Perbuatan kita Imam Hambali : Kata-kata kita Imam Hanapi : Niat Hati kita Imam Maliki : Tujuan kita _____________________________
MALAIKAT PADA DIRI KITA : Jibril : Menyampaikan Mika’il : Menghidupkan Isrofil : Sekali mati 2x hidup Isra’il : Tiap-tiap hidup mati ______________________________
MARTABAT DIRI ADA TUJUH : Diri ditakluki oleh hati Hati ditakluki oleh jiwa Jiwa ditakluki oleh Rahasia Rahasia ditakluki oleh Sifat Sifat ditakluki oleh Zat Zat ditakluki oleh Allah Allah ditakluki oleh hamba atau diri ____________________________________
TA” TUJUH” DALAM SEMBAHYANG : Berdiri betul : Kepala kita Takbir : Mata kita Sedekap : Telinga kita Rukuk : Mulut kita Tahyat : Badan kita Sujud : Tangan kita Salam : Kaki kita ________ TITIAN : Kasad : Kata hati Takrat : Dikatakan Takyin : Dikerjakan Ihram : Suci Lahir Batin Tubaddil : Berganti kuasa Munajad : Berganti kata Mikraj : Sampai kepada Allah ______________ DZAT INSAN : Insan : Allah Manusia : Allah Ta’ala Muhammad : Allah Aza wajalla Allah : Allah Subhanahuwa ta’ala Zat : Allah Ruhman Ghaibul guyub : Allah Rohim Zat Hakiki : Allah Robbul Alamin ___________________ IMAN DAN AMAL : 1. Iman yang diikuti, Amal Tidak diikuti 2. Iman itu senantiasa, Amal itu bersama-masa 3. Iman itu wajib, Amal itu Sunnat 4. Iman tiada beramal tidak merusak, amal merusak 5. Iman yang diterima, Amal tidak diterima 6. Iman masuk surga, Amal tidak masuk surga 7. Iman diberi Pahala, Amal tidak 8. Iman tiada ditimbang, Amal ditimbang 9. Iman boleh berpesan, Amal tidak berpesan, Nabi segalanya beriman serta selamat 10. Iman jika tidak menjadi kafir, Amal tidak, Nabi semuanya beriman dan beramal 11. Iman tidak mengharap, Amal mengharap ___________________
 ISI SEMBAHYANG : TIADA YANG LAIN HANYA ALLAH, LAIN DARIPADA ALLAH SALAH inilah isinya SEMBAHYANG ______________________________________ HAKEKAT SEMBAHYANG ADA TUJUH : 1. NIAT : Nafsuku 2. TAKBIR : Nyawaku 3. FATEHAH : Kepalaku 4. RUKUK : Tulangku 5. SUJUD : Dagingku 6. TAHYAT : Tanganku 7. SALAM : Kakiku ________________________ KETERANGAN TAUHID : ROBUN ABDU : Allah Hamba ABDU ROBUN : Hamba Allah ANNA MUKODDIMU : AKU KODIM WA ANNA KHOLKI : AKU RAJA WA ANNA MUHADDAS : AKU BAHARU WA ANNA MAHLUK : AKU MAHLUK __________________________________
JALAN TAUHID ILMU MAKRIFAT : 1. Jasadku bernama Allah, dari pada Alif itulah Af’al Allah 2. Hatiku bernama Muhammad, dari pada Lam awal itulah Asma Allah 3. Nyawaku bernama Rasulullah, dari pada Lam Ahir itulah Sifat Allah 4. Rahasiaku bernama Allah, dari pada itulah zat Allah _______________ HADIST KUDSI : WA AN YAKUN ABDA RABBAN BILASAKIN, Artinya Bermula itu Hamba Allah, jangan syak, jangan ragu, apabila ragu kafir, Kita yakin bahwa Allah itu benar-benar Ada dan Nyata, karena yang nyata ini tiada yang ada hanya Allah semata ______________________________________
KATA SYEH MUHYIDIN IBNU ARABI : MAN ROANI FAKROL HAK, Artinya Barang siapa mengenal ia akan daku sebenarnya Manusia _________________________________ MAN RONI WAHUWA UJUDUL HAK, artinya Aku lah yang sebenarnya Ujud Allah _________________________________
HADIST KUDSI : Manusia itu Rahasiaku, tiada lain Sifatku, dan Zatnya, tiada lain adanya Aku, Allah nama Zat, arti Zat ada, itulah Diriku, baru bernama Hamba Allah, Tiada lain engkau itu hanyalah aku, dan Aku itu adalah engkau jua _________________________________
BIKANA MAKANA, BIYAKUNU MAYAKUNU, Artinya Barang yang belum ada itu adalah Aku, dan Barang yang sudah ada itu adalah Aku jua ___________________________
 PUJI KEJADIAN MANUSIA : Sehari semalam dalam Rahim Ibu Pujinya HU . Tiga hari tiga malam Pujinya HAK . Tujuh hari tujuh malam pujinya ANALLAH . Empat puluh hari 40 malam Pujinya SUBHANALLAH . Tiga bulan Pujinya ALHAMDULILLAH . Tujuh bulan Pujinya ALLAHU AKBAR . Sembilan bulan 15 hari Pujinya LAILAHAILALLAH . Setelah keluar dari Rahim Ibu Pujinya HU ALLAH . Jasad serta Nyawa HAMBA namanya, setelah diberi nama baru ALLAH namanya ________________
HADIST KUDSI : TA’ALAMA MAFINAFSI WALA AKMA MAFI NAFSI, Artinya : Hai Isa, engkau ketahui yang ada pada dalam diriku, dan Aku tiada tahu apa yang ada pada dalam dirimu _________________ FIRMAN ALLAH : WAANIK BUDUNI HAZA SIROTIM MUSTAKIM, Artinya Tauhidkan oleh kamu akan Daku, dan turutilah Perintahku _________________________________ KHOLAKOL INZANI DO’IFA, Artinya Tiap-tiap Manusia itu lemah tiada Berdaya _________________________________
UDHULUL JANNATA ANTUM WAARWAJUKUM TAKBARUN, Artinya Masuklah Kamu kedalam Syurga, serta Jodoh Kamu _________________________________
FAAMINU BILLAHI WAROSULAH, Artinya Jika kamu percaya padaku, Turutilah Perintah Rasulku _________________________________
IN KUNTUM SODIKIN, Artinya Apa sebab engkau ceraikan Rohmu dengan Jasadmu, jika engkau mengetahui _________________________________ FAKULUMAN BIROIRI AKMAL AKMALUHU MARDU DATIN LATAR BALU, Artinya Hai Malaikat, Tamparkan Amalnya mereka itu kehadapan mukanya _________________________________
1. ALAINYA MAYINUN WAKOD HOLAKTUKA MIN KOBLU WALAM TAHU SYAIYIA, Artinya Aku telah menjadikanmu dahulu, sedangkan engkau belum jadi sesuatu _________________________________
2. INNI JAALTUKA FIL FUADIMUHADISTI, Artinya Kujadikan engkau bercakap-cakap dalam Hatiku _________________________________
3. WAL ABINU KOLBI FI FUADI ANISI, Artinya isi hatiku hanyalah tetap engkau Sendiri _________________________________
4. ANA MAN AHWA WAMAN AHWA ANA, Artinya Segala yang aku rindui itu ialah aku _________________________________
 5. NAHNU ROHANI HALALNA BADANA, Artinya aku adalah dua Jiwa bersatu di satu Badan _________________________________
6. FAIZA ABSOR TAHU ABSOR TANA, Artinya Bila engkau lihat aku, terlihatlah Engkau _________________________________
7. AL ABDU ROBBUN WAROBBU ABDUN, Artinya Hamba itu adalah Tuhan, Tuhan itu adalah Hamba jua _________________________________
8. IN KULTA ABDUN FAROKA ABDUN, Artinya Kalau Engkau katakan Hamba, padahal aku adalah Tuhan _________________________________
9. AN KULTA ROBBUN ANNA YUKALLA, Artinya Kalau Engkau katakana Tuhan, yang mana yang diperintah _________________________________
10. MAIZTA RUHUKA FIRRUHI KAMA, Artinya Telah bercampur Rohmu dengan RohKu _________________________________
11. TUM SYIDUL HIOMRATA BIL MAIL ZALLALI, Artinya Laksana bercampur Hamba dengan Air Jernih _________________________________
12. FAIZA MAZZAKA SYAINU MAZZANI, Artinya Bila menyentuhmu akan sesuatu, maka Tersentuhlah Aku _________________________________
13. FAIZA ANTA ANA FIKULLI HALIN, Artinya Sebab itu Engkau adalah Aku ________________
HADIST KUDSI : MAN AROBTU ROBBI BIROBBI, Artinya Jika Engkau ingin melihat Aku, LIhatlah Diri Mu _________________________________
WAFI ANFUSIKUM APALAH TUBSIRUN, Artinya Aku di dalam Jiwa Kamu, Kamu tiada mengetahui _________________________________
APAKAH ARTI : JUNUB, JANABAT, MUKORONAH ? 1. Junub Artinya Mahluk 2. Jenabat Artinya Islam 3. Mukoronah Artinya Ilmu _________________________________
SIAPA ITU JUNUB, JANABAT, MUKORONAH ? 1. Junub Adalah Laut 2. Jenabat Adalah Bumi 3. Mukoronah Adalah Mani _________________________________
Bermula Arti Laut ialah Sirr kita, Ilmu adalah Rahasia kita, Bumi itu adalah Tubuh kita, bermula berkata-kata dengan Perempuan itu dan Sirr kita pada perempuan itu, itulah Junub namanya, Dan Jamak Perempuan itu Janabat namanya, Bercampur Air Laki-laki dengan perempuan itu Mukuronah namanya (Sirr sama), Bermula Junub itu Tamu namanya, Janabat itu Jamak namanya, Dan Mukoronah itu : Rahman, Rahim namanya ________________________________________ ORANG JANABAT ITU ADA 4 PERKARA : 1. Wada 2. Wadi 3. Mani 4. Manikam . Wada Artinya : selagi di dalam Otak kita Wadi Artinya : Ditengah kening kita Mani Artinya : selagi didalam Dada kita Manikam Artinya : selagi di dalam Pusat kita _________________________________
Maka tetap didalam Pusat menjadi 3 macam : 1. Istinjak 2. Junub 3. Janabat . Yang bernama Istinjak itu Mani, Tatkala didalam Fuad Kalam, kemudian jatuh kepada Bumi Rahmat Allah dari pada tempat yang bernama Kuntu Kanzan Mahfian, sudah tetap didalam Bahrul Alam namanya, Ketahuilah tentang Wada, Wadi, Mani, Manikam, serta kesempurnaannya Istinjak itu, Jika tidak mengenal yang tersebut diatas maka tidak sempurna islam itu, Kering Air Laut tiada Suci Mandinya, dan Sembahyangnya, maka tiada Syah segala Halnya _________________________________ MENYATAKAN WADA, WADI, MANI, MANIKAM : 1. Wada itu jadi Kaki, jadi Tubuh, jadi Tanah, jadi Jibril 2. Wadi itu jadi Darah, jadi Jantung, Jadi Mika’il 3. Mani itu jadi Angin, jadi Tembuni, jadi Limpa, Jadi Isrofil 4. Manikan itu jadi Api, jadi Uri, jadi Empedu, Jadi Isro’il _________________________________
Malaikat Jibril pada mata Putih, Malaikat Mika’il pada mata Hitam, Alis mata itu bernama Isrofil, Mata yang Terang itu bernama Isro’il dan Muhammad Rasulullah _________________________________
Hati itu bernama ABU BAKAR, Hati yang Terang bernama UMAR, Warna Jantung bernama USMAN dan Empedu yang Hitam bernama ALI _________________________________
1. Jalannya mati 2. Hilangnya mati 3. Selamanya mati 4. Tempatnya mati _________________________________
Empat Perkara tadi pembukaan ghaibnya dzat Allah, oleh karena itu sayangilah, setelahnya menerima keterangan yang dibawah ini : _________________________________
1. Jalannya Mati : Jalannya mati ialah Hidayatullah, maksudnya menunjukan kerajaan yang dirakit didalam tubuh manusia jadi dzatnya yang tidak berpindah lagi _________________________________ 2. Duduknya Mati : Duduknya mati itu petunjuk Allah yang selamat dari keadaan mati, artinya tahu kesempurnaannya _________________________________ 3. Ketemu Mati atau Selamanya Mati : ialah sabar, artinya pasrah segala-galanya kepada tuhan : Iradatullah _________________________________ 4. Tempatnya Mati : Tempatnya mati itu adanya didalam pekerjaan Allah, maksdunya ialah sempurnanya dzat yang mempunyai sifat esa, supaya diketahui keterangannya dibawah ini : _________________________________ 1. Syahadat tidak pakai Iman 2. Takbir tidak pakai Tauhid 3. Syariat tidak pakai Ma’rifat _________________________________ Syahadat tidak pakai iman nyatanya tunggal, Takbir tidak pakai Tauhid kenyataannya hilangnya tunggal, yang senang didalam dzatullah yang tunggal yang senang kepada sifatullah : yang sempurna sifatnya maka inilah yang menerangkan waktu roh mulai keluar : _________________________________ 1. Mula-mula dari badan ialah dari telapak kaki pujinya Layakrujullah ilallah . 2. Roh jalan lagi, berhenti di lutut pujinya illahu allah . 3. Roh jalan lagi, berhenti di pusat pujinya Lamaujud ilallah . 4. Roh jalan lagi, berhenti di hati pujinya Yahu ilallah . 5. Roh jalan lagi, berhenti khalkum pujinya Yuwa ilallah . 6. Roh jalan lagi, berhenti dimuka pujinya Hak ilallah . 7. Roh jalan lagi, berhenti di mata pujinya Nyawa si badan sepi _________________________________ Adapun ghaibnya, kenyataannya ada 6 perkara : 1. Jaman geraknya mati rupanya hitam, jaman yang keluar dari badan kita pribadi . 2. Melihat warna merah, pekerjaan yang masih samar-samar . 3. Melihat warna kuning, itupun masih remang- remang . 4. Melihat warna putih, itu tandanya sudah kumpul, jadi keadaan mati yang tunggal gilang gemilang cahayanya, itulah tanda bayangan dari keadaan mati yang sempurna, yang terang tidak ada yang menghalanginya, tapi walaupun demikian belum sampai jua sebab masih jauh dari rasa gaib, dari itu harus percaya kepada qudrat yang kuasa, Tauhid maksudnya pasrah kepada kehendaknya, ma’rifat maksudnya tahu kepada ilmunya, islam maksudnya selamat dari ilmunya . 5. Melihat yang belum tahu pada warna, Sejati yang mulya tak ada batasnya . 6. Lengkap riwayatnya yang menerima anugerah yang maha suci _________________________________ 1. Nabi Ibrahim : Nyawa = Wujud = Ada 2. Nabi Yusuf : Cahaya = Sifat = Rupa 3. Nabi Isa : Roh = Johar = Nyata 4. Nabi Muammad : Nur = Roh = Kedalam 5. Nabi Musa : Ceritaan = Nafas = Keluar 6. Nabi Daud : Suara = Hawa = Darah 7. Nabi Sulaiman : Kesaktian = Nafsu = Tulang _________________________________ Alif : Allah = Jibril = Nafas Lam : Ta’bil = Mikail = Tanafas Lam : Jalalah = Isrofil = Anfas Ha : Adadah = Isroil = Nufus . Tasjid : Haruman, Jaruman, Mukarobin : Nafas Nafsiyah _____________________________________ BERDIRINYA MANUSIA SEMPURNA : Menitis artinya matinya balik lagi rohnya ke anak cucunya . Nufus artinya matinya sudah janji akan nyusul ke anak . Nusur artinya cucunya (mati didalam hidup) awet hidupnya . Kekal artinya hidupnya bisa gonta-ganti rupa _________________________________ Allah itu ada 4 huruf ke 5 tasjid, apa wujudnya Allah itu ? wujudnya nafas _________________________________ Inama sodokati lil fukaro wal masriki wabinis sabil . Inama = pekerjaan Sodokat = yang sungguh-sungguh Lilfukaro = keluar dari pikiran sendiri Wal masriki = yang betul harus dipikirkan _________________________________ Maka hal ini dapat kiranya betul-betul dihayati, bahwa sifat Allah itu ada pada manusia-manusia itu sendiri _________________________________ MIM : Muhammad MA = Maha Suci NUN : Nukat Ghaib NU = Nurullah dari Bapak SA : Rasul SI = Syirullah dari Ibu WAW : Adam (jasad badan) YA = Jadinya kita _________________________________ 1. Sirr : Wujud 2. Budi : Ilmu 3. Cipta : Nur 4. Rasa : Suhud _________________________________ 1. Nafas : Adam Sarpin = Roh kudus = Wadi = Bulatnya mata . 2. Tanafas : Adam Syaraf = Roh rohani = Madi = Putihnya mata . 3. Anfas : Adam Mungkin = Roh idhofi = Mani = Hitamnya mata . 4. Nufus : Adam Akal = Jasmani = Manikem = orang-orangan mata _________________________________ Dari Allah : Sirr, Budi, Cipta, Rasa Dari Nabi : Pengucapan, Penciuman, Pendengaran, Penglihatan Dari Rasul : Nafas, Tanafas, Anfas, Nufus Dari Bapak : Kulit, Tulang, Akal, Urat Dari Ibu : Daging, Darah, bulu, Sumsum _________________________________ 1. Leluhur 2. Air Ketuban 3. Bungukusan Otak 4. Tali Ari-Ari 5. Bali 6. Darah 7. Bayangan _________________________________ Lailahailallah itu Ada 40 Akoid. 1 Seharusnya. Muhammadurasulallah Ada 9 Akoid. 20 Wajibnya. Ibu 9 Rasulnya Istri (Bini). 20 Mustahilnya Bapak. 1 Seharusnya Anak. Jumlah 50 Akoid, 1 Seharusnya. _________________________________ Ibu = Ya Ilahi = Jibril Bapak = Ya Robbi = Mikail Kita = Ya Saidi Ya Maulana = Jaruman Ibu Perempuan = Ya Allah = Isrofil Ibu Lelaki = Ya Tuhanku = Isroil Istri = Ya Robal = Mukarobin Anak Kita = Arsil Ajina = Haruman _________________________________ Alif Sifatnya Wujud, Allah adalah Kita, kita adalah Allah . Ba Sifatnya Basirun, Langit, Bapak, Bahan Kita . Sin Sifatnya Samiun, Air, Sirr, Suci . Mim Sifatnya Mutakalimun, Bumi, Ibu, Maha Suci _________________________________ Nafsiyah Wujudnya Nafas Penglihatan Wujudnya Mata Pendengaran Wujudnya telinga Ceritaan Wujudnya Mulut _________________________________ 1. Syariat : Peraturan-Peraturan Bersumber Di Badan . 2. Tarikat : Perbuatan Bersumber Di Hati . 3. Hakikat : Kelakuan Bersumber Di Nyawa . 4. Ma’rifat : Nyata Bersumber Di Rasa _________________________________ Allah Yang Memberi Hidup, Muhammad Adalah Qadam atau Roh, Rasul Adalah Hidup atau Nafas, Adam Adalah Jisim (Badan), Muhammad Yang Menanggung Wujud, Rasul Yang Menanggung Hidup, Alif Bismillah, Berkatnya Alif Bismillah, Alif Jadum Muhammad Jadum, Jadum Ilallah, Saran Kana Mimbaki Bakiyan Ilallah _________________________________ 30 Huruf 9 Roh Terjadinya Nafas Didalam edaran Badan Kita Yang Masuk 7 Anggota Diantara Lelaki Dan Wanita _________________________________ Islam Itu Harus Sholat Yang Tak Ada Hentinya, Dalilnya Tajwid = Mukhalapatu Lilhawadisi, Dalilnya Islam = Hayatun Bihayatin Daiman Abada _________________________________ 1. Wadi : Rupanya Merah, Kejadiannya Darah Kita Pujinya Layakrifu Ilallah . 2. Madi : Rupanya Hitam, Kejadiannya Air Kita Pujinya Lamakbuda Ilallah . 3. Mani : Rupanya Putih, Kejadiannya Akal Pikiran Kita Pujinya Lahu yuda Ilallah . 4. Manikam : Rupanya Kuning, Kejadiannya Cahaya Kita Pujinya Lamayuda Ilallah _________________________________ 1. Asal Bumi : Rupanya Hitam, Kejadiannya Wujud Kita Hakikatnya Dzat Kita, Jadinya Kulit Daging. Pujinya Ashadu Ala Ilahailallah . 2. Asal Api : Rupanya Merah, Kejadiannya Nur Sifat Kita Jadinya Urat Tulang. Pujinya Wa Ashadu Ana Muhammadaraulallah . 3. Asal Angin : Rupanya Kuning, Kejadiannya Ilmu Kita, (Af’al Kita) Jadinya Akal Pikiran, Pujinya La Syarikalahu Lailahaila Ana . 4. Asal Air : Rupanya Putih, Kejadiannya Suhud Kita Hakikatnya Asma Kita, Jadinya Darah Sumsum, Pujinya Sahidna Allampusihin Wa Sabit Indana Inahu Lailahailahua _________________________________ 1. Barba nama induk semula jadinya Bumi, Jadi Jisimnya Muhammad . 2. Mur Kadim nama induk semula jadinya Api, Jadi Cahayanya Muhammad . 3. Abdu isomad nama induk semula jadinya Angin, Jadi Nyawanya Muhammad . 4. Sabantahuran nama induk semula jadinya Air, Jadi Hidupnya Muhammad _________________________________ 1. Asal Api : Syariat Jadi Berdirinya Sholat 2. Asal Angin : Tarekat Jadi Rukunya Sholat 3. Asal Air : Hakikat Jadi Sujudnya Sholat 4. Asal Bumi : Ma’rifat Jadi duduknya Sholat _________________________________ 1. Sholat Wujud : Adanya Didalam hening, Adanya Didalam kekal, Aku lah Dzatnya . 2. Sholat Daim : Ada Rasa Dalam olah, Ada Olah Dalam Olah, Aku olahnya Allah . 3. Sholat Mutlak : Akulah Akunya Allah . 4. SholatTul Kusta : Sang Hitam Ada, Ada Dalam Rasanya Sang hening Ada, ada Dalam Rasanya, Akulah Sejatinya Rasa . 5. Sholat mati Sebelum Ada Sholat : ruh Sejatinya, Badan Darahnya, Hati Dan Jantungnya Hati, Air Rohnya Hati, Darahnya putih Rupanya Jantung, Ada Pada Lengkungan (Lobang-Lobang) Tegak Di Tengah-Tengah Jantung Usholi Itu Hidup, Wujud Hidup Itu Sujud, kekal Pada ruh, Sungguh ingat Hidup tidak akan mempan kematian Allahu Akbar _________________________________ 1. Hati Sanubari : Rupanya Hitam, Bagiannya Kaharullah, Tempatnya Di Alam Sulfil. Pujinya Allah-Allah Itu Sempurnannya ucapan (Mulut) . 2. Hati Maknawi : Rupanya Merah, Bagiannya Kamalullah, Tempetnya Dialam Sulbi, Pujinya Allah- Allah, Itu Sempurnanya pendengaran (Telinga) . 3. Hati Sirri : Rupanya Kuning Bagiannya Jalallah, Tempatnya Di Alam Tapek, Pujinya Hu-Hu Itu Sempurnanya napas (Hidung) . 4. Hati Fuad : Rupanya Putih, Bagiannya Jamalullah, Tempatnya Di Alam Sabit, Pujinya Ana haq 3x Itu Sempurnanya Penglihatan (Mata) _________________________________ 1. Luamah (Alif) Adanya Di Mulut : Asmanya Hidup, Rupanya Didalam, Bagiannya Mulut, Tempatnya Di hati, Pujinya Yahu-Yahu, Sempurnanya Cipta Cipta. . 2. Amarah (Lam Ta’bil) Adanya Di telinga : Sifatnya Hidup, Rupanya Merah, Bagiannya Di telinga, Tempatnya Jantung, Pujinya Ilahu-Ilahu, Sempurnanya Sirr Dan Angan-Angan . 3. Supiah atau Sawiyah (Lam Jalala) Adanya Di Mata : Af’alnya Hidup, Rupanya Putih, Bagiannya Dimata, Tempatnya Di Hempedu, Pujinya Imanahu- Imanahu, Sempurnanya gerak Dan Diam . 4. Mutmainah (Ha) Adalah Adanya Di Hidung : Dzatnya Hidup, Rupanya Kuning, Bagiannya Di Hidung, Tempatnya Pada kemaluan, Pujinya Hu, Hu, Hu, Sempurnanya Budi Dan Rasa _________________________________ 1. Nafas : Talinya Hidup, Talinya Roh Rupanya Hitam, Bagiannya Af’alullah, Adanya Pada Ucapan (Mulut) Pujinya La Ilahailallah Sempurnanya Kulit Dan Daging . 2. Tanafas : PenciumanNya Roh Rupanya Kuning, Bagiannya Asmaullah Ada Pada Hidung, Pujinya Allahu-Allahu Itu Sempurnanya Tulang Dan Urat. . 3. Anfas : Tempatnya Roh, Rupanya Merah, Bagiannya Sifatullah Ada Pada Punggung, Pujinya Allah-Allah, Itu Sempurnanya Darah Dan Sumsum . 4. Nufus : Penglihatan Roh, Rupanya Putih, Bagaiannya Dzatullah Ada Pada Awasnya Mata (Penglihatan), Pujinya Yahu-Yahu Itu Sempurnanya Kekuatan Nafsu _________________________________ 1. Syariat : Badan Bersumber Dari Otak, Imannya Hidayatullah, Yang Dilakukan Oleh Orang-Orang Syariat Wudhu Dengan Air, Batalnya Kalau Kentut, Sholatnya Maktub, Lakunya Ruku, Sujud, Sempurnanya 4 Perkara : . 1. Senang Ujub Dan Takabur 2. Kalau Diundang Dapat Berkat 3. Menang Sendiri, Janjinya Tidak Tepat Dan Ujub Kalau Tamat Pengajiannya 4. Takabur Kalau Melakukan Sholat 5 Waktu, Menetapkan Dirinya Tidak Ke Neraka Pasti Ke Syurga . 2. Tarekat : Hati Bersumber Dari Hidung, Imannya Sadrah Yang Dilakukan Wudhu Teman (Kesungguhan Hati), Batalnya Kalau Bohong, Sholatnya Daim, Lakunya Sopan Santun, Sempurnanya 14 Perkara : . 1. Mengurangi Datangnya Penyakit 2. Mengurangi Tidur Dan begadang 3. Dengan Sungguh Berbaktinya 4. Dengan Tenang Pikirannya 5. Dimana Saja Ia Berbakti 6. Berbaktinya Ditempat Sepi Dan Tenang 7. Ditempat Yang Gelap Ia Berbakti 8. Permohonannya Menyerupai Rakyat Jelata 9. Malu Baktinya Ditengah-Tengah Pasar 10. Memalukan Baktinya Berdiri Ditengah-Tengah Pekarangan 11. Waktu Memberi Tidak Dengan Perhitungan 12. Harus Bersedih Dalam Pembicaraannya 13. Setelah Memberi Tidak Mengharapkan Imbalan 14. Sebelumnya Mempunyai Perasaan Sendiri . 3. Hakikat : Nyawa Bersumber Ditelinga, Imannya Maksum Yang Dilakukan, Wudhunya Ingat, Batalnya Kalau Lupa Sholatnya Tulkusta, Kelakuannya Tidak Sombong, Sempurnanya 5 Perkara : . 1. Merdeka Dalam Badannya 2. Bersih Dalam Kalbunya 3. Suci Hatinya 4. Mulya Namanya 5. Sempurna Penglihatannya. . 4. Ma’rifat : Rasa Bersumber Dimata, Imannya Yakin Wudhunya Tidak Melihat, Batalnya Kalau Melihat Sholatnya Dulkaji, Lakunya Tasdik, Sempurnanya 9 Perkara : . 1. Hilang Kalbunya 2. Kosong Sukmanya 3. Adanya Ditempat Yang Agung 4. Tak Ada Sembah Dan Puji 5. Iya-Iya, Tidak-Tidak 6. Bicaranya Dengan Kenyataan 7. Halus Tak Dapat Diambil 8. Bisa Masuk Walau tertutup 9. Digjaya Segala-Galanya, Bisa Masuk Tanpa Bolong _________________________________ 1. Syariat : Niatku Mengucapkan Dua Kaliamt Syahadat Sekali Untuk Seumur Hidup . 2. Tarekat : Niatku Mengucapkan Syahadat hidup didalam mati, Baginda Rosul Dari Otak, Otak Yang Menjadikan Adanya mati, Menciptakan Mati Dan Hidup, Hidup Yang Tak Mati, Tetap Yang Tak Berubah . 3. Hakikat : Asyahadu, Ada Dia, Ada Aku, Allahu Sifatku, Salallahu Tuhanku, Menunjukan Jalan Terang, Hidup Tidak Kena mati, ingat Yang Tak Bisa Lupa, Dzat hilang Pulang Ke Dzatullah, Lailahailallah Muammadarasulallah . 4. Ma’rifat : Asihku Asalku Dari Dzatullah, Du Itu Waktu Aku Diadu telentang Dan Telungkup Ibu Dan Bapak Ku, Bumi Dan Langit, Roh Masuk Kedalam Jisim (Badan) Baru Adanya Tuhan, Muhammad Yang Menanggung Dzat, Rosul Yang Menanggung Hidup, Ragaku Darmaku, Baik Buruknya Terserah Kepada Tuhan Dan Hatiku _________________________________ 1. Syahadat Tauhid : Asyhaduanla Ilahailallah, Wa Ashadu Lasyarikalahu . 2. Syahadat Rosul : Wa Ashadu Ana Muhammadan Abduhu Warosuluhu . 3. Syahadat Kita : Nawaitu Anukirro atau Ukina Syahadataini Kalimat Taini Kumuro Murotaini Alaiya Watuni Muslimin . 4. Syahadat Anggota : Fikulli Walau Hakim Wanafsin Adadah Mawasi Ahu Bilahi Ta’ala Umani Ilallah _________________________________ PECAHAN SAHADAT : Syahadatnya Yang Diminum itu Minuman Syah-Adatnya Minum Harus Kemulut Syah’ adatnya Yang Membikin . 1. Dari Rahman Qodrat Jadi Anggota 2. Dari Rahim Qodrat Jadi Kekuasaan 3. Dari Rahman Irodat Jadi Jantung 4. Dari Rahim Irodat Jadi Kemauan 5. Dari Rahman Ilmu Jadi Otak 6. Dari Rahim Ilmu Jadi Ingatan 7. Dari Rahman Hayat Jadi Nafas 8. Dari Rahim Hayat Jadi Hidup 9. Wahidiyat = Tunggal Sahnya Wujud = Ada Nur = Tahu Nurcahya = Menyaksikan ________________________________________ PERABOT UNTUK MENGERJAKANNYA : 1. Dzat dan Adatmu Yang asal dari qudrat yang maha suci 2. kendakmu yang asal dari irodat yang maha suci 3. pengetahuanmu yang asal dari ilmu yang maha suci 4. hidupmu yang asal dari hayat yang maha suci 5. dengarmu yang asal dari sama yang maha suci 6. penglihatanmu yang asal dari basar yang maha suci 7. ucapanmu yang asal dari kalam yang maha suci _____________________________ YANG HARUS DIJALANKAN : Menjalankan 20 Sifat yang baik Menuruti 20 sifat yang maha suci Menjauhi 20 sifat yang tidak wajib dalam ketuhanan Api rasa panas yang sudah berwujud Air rasa dingin yang sudah berwujud Angin rasa sejuk yang sudah berwujud Bumi rasa tetap yang sudah berwujud . Maka wujudnya rasa panas itu dzatnya api, merah itu sifatnya, namanya apa saja itu asmanya, yang mengetahui itu af’alnya . Begitupun wujudnya rasa dingin itu dzatnya air, putih itu sifatnya, namanya apa saja itu asmanya, yang mengetahui itu af’alnya. Dst…… . Rasa-rasa tadi yang diterangkan semua asal dari Rasulullah, Kalau Dzatnya Tuhan ialah wujudnya Rasulullah, Kalau Sifatnya Tuhan ialah Rahman Rahimnya, Kalau Asmanya Tuhan ialah apa saja menyebutnya, Kalau Af’alnya Tuhan ialah sempurna mengerjakannya, Jangan lupa kepada Tuhan (wujud) = ada, Harus malu kepada kekuasaannya (Qodrat), Punya rasa kepada kehendaknya (Iradat), Merasa setelah tahu (Ilmu) __________________________ CAHAYA YANG 4 (EMPAT) Merah = telinga = bayang = amarah Bertuhan kepada rohaniah (gorah) . Kuning = Jantung = nafas Bertuhan kepada nafas (mutmainah) . Putih = Hati = mata = sawiyah atau sufiah Bertuhan kepada sirr dari ibu bapak didalam sirr . Hitam = Empedu = mulut = luamah atau lawwamah Bertuhan kepada aku (ya Allah ya aku) . Yang adatnya panas, yang sifatnya merah, api = amarah, Yang adatnya sejuk, yang sifatnya kuning, angin = mutmainah, Yang adatnya dingin, yang sifatnya putih, air = sawiyah, Yang adatnya tetap, yang sifatnya hitam, bumi = luamah . Amarah = Kehewanan Api asal dari matahari, acinya api jadi daging . Luamah = Keduniaan Air asar dari laut, acinya air jadi tulang . Sawiyah = Kesempurnaan Tanah asal dari bumi, acinya tanah jadi seisi badan . Mutmainah = Ketuhanan Nafas asal dari angin, acinya angin jadi kulit . Hukum saranya sudah punya segolongan-sego lngannya, Hukum adatnya sudah punya seadat- adatnya, Hukum akalnya sudah punya seakal- akalnya, Hukum Allahnya yang tetap pada pendiriannya yang maha suci . Syariatnya bada.. Semoga bermanfaat.. Salam BY murni sanaky♥️

Kamis, 19 Maret 2020

Pesan-pesan Hadhrotus Syekh KH. Hasyim Asy’ari



بسم الله الرحمن الرحيم
من أقل الخليقة بل من لا شيء في الحقيقة محمد هاشم أشعري عفا الله عنه وعن والديه وعن جميع المسلمين
Dari makhluk terhina, bahkan sebenarnya bukan siapa-siapa, Muhammad Hasyim Asy’ari, Semoga Allah mengampuninya, kedua orang tuanya, dan seluruh ummat Islam.
إلى إخواننا الكرام من أهل جاوا ومن حواليها العلماء منهم والعوام
Kepada saudara-saudara kami yang mulia, orang Jawa dan sekitarnya, ulama maupun orang awam.
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته فقد بلغني إلى الآن اشتعال نار الفتن والمنازعة فتأ ملت سبب ذلك فإذاهو ما عليه أهل هذا الزمان من أنهم بد لوا وغيّروا كتا ب الله وسنة رسوله صلى الله عليه وسلم.
Saya telah mendapat kabar tentang berkobarnya api fitnah dan pertikaian, saya pikirkan penyebabnya ternyata adalah kelakuan orang zaman sekarang yang berani merubah (isi atau pemahaman tentang) kitab Allah (makna) dan Sunnah Rasulullah (Hadits).
قال تعالى: )إنما المؤمنون إخوة فأصلحوا بين أخويكم( وهم جعلوهم أعداء ولم يصلحوهم بل أفسدوهم.
Allah ta’ala berfirman (yang kurang lebih artinya): “Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu.”, sedangkan orang zaman sekarang menjadikan mereka (Ummat Islam) sebagai musuh, bukan memperbaiki tapi justru merusak.
وقال صلى الله عليه وسلم: )لا تحاسدوا ولا تباغضوا ولا تدابروا وكونوا عباد الله إخوانا(. وهم يتحاسدون ويتباغضون ويتنافسون ويكونون أعداء.
Rasulullah ShallaLlahu alaihi wa Sallam bersabda: “janganlah saling iri dengki, saling membenci, saling membelakangi. Jadilah hamba Allah yang bersaudara.” Orang zaman sekarang saling iri dengki, saling membenci, saling besaing, dan mereka bermusuhan.
أيها العلماء المتعصبون لبعض المذاهب أو بعض الأقوال د عوا تعصبكم في أمر الفروع الذي العلماء فيه على قولين، قائل: )كل مجتهد مصيب(، وقائل: )المصيب واحد لكن المخطئ يؤ جر(، ذروا التعصب ودعوا هذه الأهوية المردية ودافعوا عن دين الإسلام واجتهدوا في رد من يطعن في القرآن وصفات الرحمن ومن يد عي العلو م الباطلة والعقائد الفاسدة، والجها د في هؤلاء واجب فهلا شغلتم أنفسكم به.
Wahai ulama yang fanatik terhadap satu madzhab atau pendapat, tinggalkanlah kefanatikan kalian dalam urusan furu’ yang mana para ulama ada dua pendapat, ada yang mengatakan bahwa setiap mujtahid pasti benar, dan ada yang mengatakan bahwa mujtahid yang benar hanya satu tapi yang salah tetap mendapat pahala.
Tinggalkanlah kefanatikan, tinggalkanlah jurang yang berbahaya ini. Belalah agama Islam, berusahalah untuk menyerang orang yang menista al-Qur’an dan sifat-sifat Allah ar-Rahman dan orangorang yang mengajarkan ilmu kebatilan dan aqidah sesat. Jihad dalam hal ini wajib hukumnya, alangkah baiknya jika kalian sibuk dalam urusan ini.
ويا أيها الناس بينكم الكفار قد ملؤوا بقاع البلاد، فمن انتصب منكم للبحث معهم والاعتناء بإرشادهم؟.
Wahai manusia, diantara kalian ada orang-orang kafir yang telah meramaikan bumi pertiwi ini, siapa diantara kalian yang mau bangkit mencari dan membimbing mereka untuk mendapatkan petunjuk?.
فيا أيها العلماء في مثل هذا فاجتهدوا وتعصبوا، وأما تعصبكم في فروع الدين وحملكم الناس على مذهب واحد وقول واحد فهو الذي لا يقبله الله تعالى منكم ولا يرضاه رسول الله صلى الله عليه وسلم، ولا يحملكم على ذلك إلا محض التعصب والتنافس والتحاسد.
Wahai ulama, berusaha dan fanatiklah dalam urusan seperti ini. Sedangkan fanatik dalam urusan furu’ dan mengajak ummat untuk satu madzhab dan satu pendapat, maka hal itu tidak diterima oleh Allah ta’ala dan tidak diridhoi oleh Rasulullah ShallaLlahu alaihi wa Sallam. Yang membuat kalian begitu tak lain adalah murni fanatik buta, persaingan dan saling iri dengki.
ولو أ ن الشافعي وأبا حنيفة ومالكا وأحمد وابن حجر والرملي أحياء لشددوا النكيّر عليكم، وتبرؤ وا منكم فيما تفعلون، أنكرتم أمورا للعلماء فيها خلاف ورأيتم من العوام ما لا يحصي عدده إلا ا لله تعالى يتركون الصلاة التي جزاء من تركها عند الشافعي ومالك وأحمد ضرب العنق بالسيف، ولا تنكرون عليهم، بل ولو رأى الواحد منكم كثيّرا من جيّرانه يتركون الصلاة وهو ساكت عنهم.
Seandainya Imam Syafii, Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Ahmad, Imam Ibnu Hajar, dan Imam Romli masih hidup pasti mereka sangat menentang kalian, dan tidak mau ikut terlibat dalam kelakuan kalian. Kalian mengingkari urusan yang masih khilaf diantara ulama. Kalian melihat banyak orang awam -yang tak mungkin bisa dihitung oleh selain Allah- meninggalkan shalat yang hukumannya menurut Imam Syafii, Imam Malik, dan Imam Ahmad adalah potong leher dengan pedang, tapi kalian tidak inkar kepada mereka, bahkan seandainya salah satu diantara kalian melihat tetangganya tidak shalat dia diam saja.
ثم ما بالكم تنكرون مثل هذه الفروع التي للفقهاء فيها خلاف، ولا تنكرون المحرمات المجمع عليها كالزنا والربا وشر ب الخمر وغيّرهما، ولا تأحذكم الغيّرة لله تعالى فيها، وإنما تأخذكم الغيّرة للشافعي وابن حجر، فيؤدي ذلك إلى افتراق كمتكم 1 وتقاطع رحمكم وتسلط الجهال عليكم وسقوط هيبتكم عند عامة الناس وقو ل السفهاء في أعراضكم ما لا ينبغي فتهلكون السفهاء بكلامهم فيكم، لأ ن لحو مكم مسمومة على كل حال لأنكم علماء، وتهلكون أنفسكم بما ترتكبون من العظائم.
Kemudian kenapa kalian mengingkari urusan furu’ yang masih khilaf diantara ulama, tapi tidak mengingkari urusan yang sudah disepakati keharamannya, seperti zina, minum khomr, dan lain-lain.
Kenapa hati kalian tidak tergerak dalam hal ini, tapi justru tergeraknya hati kalian dalam urusan Imam Syafii dan Ibnu Hajar. Hal itu akan menjadikan pecahnya suara persatuan kalian, putusnya tali persaudaraan kalian, berkuasanya orang-orang bodoh kepada kalian, jatuhnya kewibawaan kalian di hadapan orang awam, dan menjadikan orang-orang bodoh menggunjing kalian yang mestinya tidak boleh, hal iltu akan membuat mereka rusak karena membicarakan kalian karena bagaimanapun daging kalian itu beracun karena kalian ulama, dana kalian juga merusak diri sendiri karena kelakuan kalian yang besar ini.
أيها العلماء إذا رأيتم من يعمل عملا على قول من يجوز تقليده من أئمة أهل المذاهب المعتبة ولو مرجوحا، إن لم توافقوهم فلا تعنفوهم وأرش دوهم بلطف وإن لم يتبعوكم فلا تتخذوهم أعداء، فمثل من فعل ذلك كمن بنى قصرا وخرب مدينة، ولا تجعلوا ذلك سبب التفرق والشقاق والتنا ز ع وا لخصام، فإنها من الجنايات العامة والجرائم الكبرى التي تهدم بنيان الأمم وتغلق أمامها أبوا ب كل خيّر، ولهذا نهى الله تعالى عبا ده المؤمنين عن هكذا في النسخة ولعل الصواب: افتراق كلمتكم التنا زع وحذ رهم من عواقبه السيئة ونتائجه المؤلمة، قال تعالى: )ولا تنازعوافتفشلوا وتذهب ريحكم(.
Wahai ulama, jika kalian melihat orang yang melakukan amal yang masih ada pendapat boleh dari madzahab-madzhab mu’tabaroh -meskipun marjuh-, jika kalian tidak cocok dengan mereka maka jangan kalian berlaku kasar tapi ingatkanlah mereka dengan santun, jika mereka tidak mau mengikuti kalian maka jangan anggap mereka sebagai musuh, karena perumpamaan orang yang demikian (karena urusan furu’ sampai menjadikan orang Islam sebagi musuh) itu seperti orang yang membangun istana tapi menghancurkan kota.
Jangan sampai hal itu membuat perpecahan dan permusuhan, karena itu termasuk kejahatan besar yang bisa menghancurkan persatuan ummat dan menutup pintu-pintu kebaikan. Karena itu Allah ta’ala melarang orang mukmin untuk bermusuhan dan mengancam mereka dari dampak buruknya dan hasilnya yang menyakitkan. Allah ta’ala berfirman (yang kurang lebih artinya): “Dan janganlah kamu berbantahbantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu.”
أيها المسلمون، إن في حوادث الأيام لعبر ا جمة ، وعظات كثيّرة، يستفيد منها الرجل الرشيد أكثر مما يستفيده من خطب الوعاظ ونصائح المرشدين، وها هي الحوادث تمر بنا كل لحظة، فهل آن لنا أن تعتبون ت عظ، وهل آن لنا أن نفيق من سكرتنا، وننتبه من غفلتنا، ونعلم أن فلاحنا موقوف على تعا و ننا وا تحادنا وصفاء قلوبنا وإخلاص بعضنا لبعض، أو نحن نظل في التفرق والتخاذل والشقاق والنفاق والغل والحسد والضلال القديم، مع أن ديننا واحد الإسلام، ومذهب نا واحد الشافعي، وقطرنا واحد جاوا، ونحن جميعا من أهل السنة والجماعة، فوا لله إن ذلك هو البلاء المبين والخسران العظيم.
Wahai ummat Islam, sesungguhnya di dalam kejadian ada pelajaran besar dan banyak nasihat, dari situ orang cerdas lebih banyak mengambil faidah daripada dari ceramahnya ahli mauidzoh dan nasihtnya para mursyid, nah ini kejadian selalu datang kepada kita setiap saat, apakah kita sudah mengambil pelajaran? Apakah kita sudah sadar? Kita tahu bahwa kemenangan kita tergantung gotong royong dan persatuan kita, bersihnya hati kita, dan ikhlasnya kita untuk orang lain. Atau kita justru terpecah belah, tidak saling menolong, bermusuhan, sifat nifaq, dengki, hasud, dan sesat?, padahal agama kita satu yaitu Islam, madzhab kita satu yaitu Syafii, bumi pertiwi kita satu yaitu Jawa (baca; Indonesia), dan kita semua Ahlus Sunnah wal Jamaah. Demi Allah, demikian itu adalah bencana nyata dan kerugian besar.
أيها المسلمون، اتقوا الله وارجعوا إلى كتاب ربكم، واعملوا على سنة نبيكم، واقتدوا بأسلافكم الصالحين، تفلحوا كما فلحوا و تسعدوا كما سعد وا، اتقوا الله وأصلحوا ذات بينكم، وتعاونوا على البر والتقوى ولا تعاونوا على الإثم والعدوان، يشملكم الله تعالى برحمته ويعمكم بإحسانه، ولا تكونوا كالذين قالوا سمعنا وهم لا يسمعون.
Wahai ummat Islam, bertaqwalah kepada Allah, kembalilah kepada kitab Allah, berbuatlah sesuai dengan Sunnah Rasulullah, dan ikutilah ulama salaf shalihin, maka kalian akan beruntung seperti mereka, dan beruntung seperti mereka. Bertaqwalah kepada Allah dan damaikanlah orang-orang yang bertikai diantara kalian, saling tolong-menolonglah dalam urusan kebaikan dan ketaqwaan, dan jangan bertolongmenolong dalam urusan dosa dan permusuhan, maka Allah akan menghujani kalian dengan rahmat dan kebaikanNya. Dan janga kalian menjadi seperti orang-orang yang katanya mendengar tapi sebenarnya tidak mendengar.