Selasa, 10 Maret 2015

APAKAH ITU HIDAYAH SIAPAKAH ORANG YANG MENDAPATKAN HIDAYAH


Hidayah adalah suatu anugrah Ilahi, nikmat tuhan penguasa semesta alam yang diberikan kepada hamba-hambaNya yang terkasihi. Hidayah merupakan suatu pancaran sinar bagi orang-orang yang sedang dalam kegelapan,  hidayah merupakan suatu peta bagi orang-orang yang dalam pendakian, hidayah merupakan suatu arah bagi orang-orang yang dalam kesesatan. Maka dari itu, hidayah bukanlah hanya berbentuk sebuah motivasi jiwa yang mendorong seseorang berlaku baik sesuai dengan ajaran agama (naluri batiniah), akan tetapi hidayah juga berbentuk lembaran-lemabaran (al-quran). Seperti apa yang telah Allah firmankan dalam al-quran.
هَذا بَصَائِرُ لِلنَّاسِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ


"Al Qur'an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini."
Ayat ini menjelaskan bahwa al-quran adalah hidayah bagi manusia, maka dari itu salahlah persepsi seseorang yang mengatakan bahwa seseorang yang sudah memeluk islam tidak mendapatkan hidayah. Namun perlu kita ketahui behawasanya hidayah itu ada dua macam. Pertama: adalah hidayah yang tersirat / kongkrit seperti al-quran yang dapat diraba dan dibaca. Kedua: adalah hidayah yang tersurat / abstrak. Inilah hidayah hakiki yang memerlukan pengkajian mendalam untuk mendapatkannya, karena dalam hal ini bukanlah fisik yang berdaya, akan tetapi jiwa. Ketiaka seseorang sudah menyelami hidayah ilahi rabi dengan jiwa yang suci, maka merekalah orang-orang yang terpilih oleNya.
Seseorang yang mendapatkan hidayah bukanlah orang pada kesehariannya memeluk al-quran semata, akan tetapi mereka adalah seseoran yang tdak hanya membaca al-quran, tidak hanya membaca semesta alam dengan mata kepalasaja, akan tetapi mereka mengkaji semuanya dengan mata batin merka, sehingga sifat Allah menyatu dalam keseharian mereka. Ketika Sidi Abdul Qadir el-Kabiry meminta penjelasan lebih mendalam kepada Syiekh Datuk Abdul Jalil (Syiekh Siti Jenar) tentang siapakah orang yang dipancari hidayah darii al-Hadi dan mana manusia yang diselimuti kelimpahan (thaghut) dari al-Mudhil. Maka kemudian Syiekh Datuk Abdul Jalil menjawab :
“manusia yang beroleh pancaran hidayah, segala tindakan yang dilakukan selalu diimbangi oleh akal (`aqal) yang diterangi oleh (burhan) dan dipancari oleh cahaya mata batin (`ain al-Bashirah). Manusia seperti ini ditandai oleh sikap dan tindakan yang selaras dan terkendali. Sedangkan manusia yang diselubungi selmut thaghut yang gelap, segala tindakannya dibimbing oleh keakuan kerdil yang mengikat akal dengan nafsu-nafsu rendah (hawa). Manusia seperti ini sikap dan tindakannya cendrung melampaui batas (thaghy), lalim (thaghin), menindas (thaghiyah), dan sewenang-wenang (thaghyaan). Itu berarti orang yang mengikrarkan dua kalimat syahadat pun, jika sikap dan tindakannya dibimbing oleh keakuan yang kerdil yang diikat akal dan nafsu-nafsu rendah, tetaplah sebagai manusia yang masih diselimuti kelimpahan (thaghut) dari al-Mudhil[1]
            Oleh karena itu, tidaklah semua orang dapat memiliki atau menerima hidayah dari al-Hadi. Tapi terganatung bagaimana hati mereka hanyut dari racun-racun yang sangat berbisa, yang sangat merusak tatanan kehidupan disemesta ini. Apakah racun-racun yang dapat menghambat jalannya hati menuju Haidayat Al-Haq. “sesungguhanya, racun yang paling dahsyat bukanlah bisa ular, melainkan racun kebencian yang terletak di relung-relung hati kita. Sebab, dengan racunkebencian itu manusia sering menjadikan dirinya sebagai ular raksasa yang berbahaya bagi kehidupan. (Syiekh Datuk Abdul Jalil).” Maka dari itu kita sebagai manusia arif, tidaklah pantas untuk saling menyalahkan sesama mahluk ciptaanNya, walaupun mereka adalah orang-orang yang tidak seagama dengan kita, kometmen persaudaraan dengan semua mahluk tuhan, yang diajarkan al-Quran kepada kita, harus tetap tertanam dalam jiwa seorang muslim sejati yang telah memperoleh pancaran Hidayat al-Haq dari al-Hadi.



[1] Agus Subyoto. Suluk malang sungsang, konplik penyimpangan ajaran syiekh sitinjenar. Yogyakarta. Lkis. 2004. hal.  377

Tidak ada komentar: