Selasa, 10 Maret 2015

Gelombang Kebejatan Seks Dalam Dunia Remaja Masa Kini


          Dalam kehidupan yang serba ada ini, manusia tidak lagi bersusah payah selayaknya manusia purbakala dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Globalisasi membuat manusia modern manja yang diakibatkan oleh tersedianya perlengkapan (tehnologi) hidup yang efesien serta berdaya guna sesuai dengan keinginan kita, tidak heran jika tidak sedikit generasi muda bermalas-malasan dalam menjalani kehidupan ini (berusaha dengan tangan dalam memenuhi sesuatu yang kita inginkan), dengan selalu mengandalakan media yang ada walau pada hakikatnya tangan kita masiah sangat mampu melakoninya. Globalisasi kehidupan ternyata tidak hanya memfasilitasi kehidupan manusia secara fisik belaka, tidak hanya menyediakan media-media fisikis, akan tetapi media-media dalam memenuhi kebutuhan biologispun  tersedia secara rapi dalam kehidupan modern plus globa ini.
            Ketersediaan media-media tehnologi ini ternyata banyak juga Manusia  yang terkeselio diakibatkan oleh kesalah fahaman mereka dalam menggunakan fasilitas-fasilitas tehnologi yang mereka ciptakan sendiri. pada hakikatnya sebagai khalifah dimuka bumi tidak bisa menyalahkan ciptaannya sendiri (tehnologi), mereka sebagai oprator seharusnya berpikir panjang kenapa tehnologi bisa berakibat negatif dalam kehidupan manusia. Kenapa saya mengatakan tehnologi yang mereka buat berdampak pada mereka sendiri selaku pencipta. Apakah kita akan menyalahkan Dr. John V.Atanasoff dan pembantunya Clifford Berry selaku penemu komputer pertama sebagai penyebab utama terjadinya ketidak benaran prilaku manusia setelah mengkonsumsi media yang ia ciptakan. Tentu tidak begitu…. Kerusakan moral, dan maraknya perilaku menyimpang dalam kehidupan generasi masa kini tidak lain karena:
1.      Menipisnya kesadaran akan makna hakikat dari kehidupan  dalam diri generasi muda.
2.      Kurangnya intervensi dari pihak kluarga atau pihak keluarga tidak lagi dapat dipercaya oleh pelaku.
3.      Maraknya kehidupan yang berbau immoralitas, sehingga para remaja dengan mudahnya menangkap sinyal menuju jurang kehinaan.
4.      Tidak tahannya generasi muda akan gojlokan-gojlokan teman bergaul yang ada dilingkungan mereka tinggal.
5.      Tidak tertanamnya perinsip kehidupan dalam hati kecil mereka yang mengakibatkan mereka menjadi sesorag yang tidak prinsile dalam menjalankan sesuatu.
            Maka dari pada itu tidaklah heran ketika remaja remaji masa kini yang kita lihat tidak lain adalah imbas dari ketidak berdayaan mereka dalam menanamkan keyakinan hakiki akan makna kehidupan yang sebenarnya. Mereka menganggap kehidupan adalah sebuah kenikmatan yang harus dimanfaatkan sebelum pada saatnya kita tidak bisa menikmatinya (tua), “kita masih muda, tobat entar aja kalo udah tua” “kesempatan hanya datang satu kali mas brow”. Anggapan-anggapan seperti ini sering dijadikan landasan bagi mereka dalam melakukan perbuatan-perbuatan (free seks) yang seharusnya tidak mereka lakukan sebelum adanya legalitas resmi dari pihak-pihak yang berwenang.       
            Pada saat para peneliti angkat bicara dengan hasil penelitian yang mereka lakukan. Ternyata data yang mereka hasilkan membuat beberapa orang terharu terhadap hasil dari smua itu, dimana dari hasil yang didapatkan menyatakan bahwa 75% perempuan indonesia tidak lagi perawan (2004). Hal ini tidak lain adalah akibat dari ulah mereka yang so` gaul, so` pintar dan so`-so` yang lainnya, tanpa menghiraukan norm-norma kehidupan yang ada seng penting happy. Ketidak adilan ini menyababkan mereka malakukan hal-hal yang tidak dibenarkan oleh agama dan norma kehidupan, dimana-mana terdapat anak muda mudi tauraan adu kekuatan, disana-sini didapati pemuda-pemudi bergandengan tangan (pacaran) dengan tanpa ada beban yang menghantui benak pikiran mereka akan kesalahan yang mereka perbuat, free seks seakan menjadi suatu hal yang sudah biasa sehingga menjdai hal yang terbiasa dikalangan para remaja bahkan para orang tua yang sudah beranak cucu.
            Free seks tidak lain adalah bagian dari prilaku immoral (penyimpangan) yang tidak sesuai dengan norma-norma kehidupan,. Mungkin ketika anda mendengar kata free seks, anda pasti menduga, bahkan condong pada pornografi, pornoaksi, pemerkosaan, pencabulan serta perzinahan. Free seks adalah perilaku bejat yang tidak dibenarkan oleh agama dan begitu pula dalam undang-ungad (Indonesia), dan bagi siapa saja yang melakukan perilaku bejat itu, maka mereka tidak lain dan tidaklah beda dengan sesorang yang tidak bisa menggunakan akal pikiran mereka dengan benar, sehingga mereka menggunakn nikmat yang telah Allah berikan kepada mereka disalah fungsikan.
Dalam hal ini maka tidaklah salah kiraya bagi kita untuk mengetahui lebih dalam tentang berbagai penyimpangan yang ada dan teah terjadi dikalangan para remaja masa kini. Penyimpangan-penyimpangan yang mereka jadiakan santapan setiap hari adalah :
1.      Masturbasi / Onani.
Onani atau yang lebih dikenal dengan Masturbasi berasal dari bahasa latin mastubatio (Mastur berarti tangan dan Batio berarti menodai), jadi masturbasi atau onani adalah menodai diri sendiri dengan tangan sendiri (dhalimun linafsihi).
Istilah onani diambil dari nama seseorang dari tanah arab sebelum datangnya agama islam, yang bernama onan yang sering melakukan kepuasan seks dengan tangannya sendiri dan dia dikalangan umat Nasrani tekenal sebagai orang yang paling sering melakukan masturbasi.
2.      Beseksual.
Beseksual adalah orang yang mempunyai karakteristik psikologis dari kedua jenis klamin. Dalam kamus psikologi Dali Gulo, biseksual adalah mempunyai ciri kedua seks atau tertarik dalam tingkat yang sama oleh anggota  kedua seks.
3.      Heteroseksual.
Heteroseksual hampir sama dengan perzinahan dan pelacuran serta promiscuity(gonta-ganti pasangan).
4.      Homoseksual.
Homoseksual  menurut kamus psikologi adalah kecendrungan memiliki hasrat seksual atau mengadakan hubungan seksual dengan jenis klamin yang sama (Dali Gulo 105).
5.      Free Seks.
Kata Free Seks sendiri berasal dari bahasa ingris (Free Sexs) Free berarti bebas sedangkan Sexs hubungan jenis klamin. Pada dasarnya semua penyimpangan seksual merupakan bentuk dari Free Seks.
6.      Transeksualisme.
Transeksualisme adalah rasa keengganan untuk menerima jenis klamin yang dimiliki bahkan lebih tertarik pada jenis klamin yang sebaliknya. 
7.      Samen Laven.
Samen Laven adalah prilaku hidup bersama-sama dengan tanpa adanya keinginan untuk melangsungkan pernikahan, dengan menjadikan kepuasan seksual sebagai acuan hidup mereka.
8.      Exibiosinisme.
Exibiosinisme perilaku yang mendapatkan kepuasan seksual dengan cara menampakkan alat kemaluannya di depan publik tanpa ada rasa malu.
9.      Voyeursme.
Voyeursme adalah kepuasan seksual yang didapatkan hanya dengan cara melihat aurat atau bentuk-bentuk tubuh erotik seseorang entah itu disengaja atau tidak disengaja.
10.  Fethisisme.
Fethisisme adalah kepuasan seksual yang didapatkan hanya dengan cara memegang atau hanya dengan melihat pakaian dalam yang sering dipakai seseorang.
11.  Sadisme.
Sadisme adalah perilaku menyimpangan yang merasa mendapatkan kepuasan seksual denagan cara melukai pasangan seksualnya.
12.  Masokisme.
Masokisme adalah kebalikan dari sadisme mereka akan mendapatkan kepuasan seksual dengan cara melukai diri sendiri atau minta dilukai.
13.  Troilisme.
Troilisme adalah perilaku menyimpang yang mendapatkan kepuasan seksual apabila hubungan seksnya disaksikan oleh orang ketiga.
14.  Sodomi.
Pada awalnya sodomi dipakai bagi orang yang melakukan hubungan seksual dengan binatang, namun kemudian diperluas, sodomi adalah penyimpangan seksual dengan cara menyetubuhi lawan seknya melalui dubur dan membunuhnya.
15.  Pemerkosaan.
Pemerkosaan  adalah penyimpangan seksual yang dilakukan kepada orang lain atau bahkan kepada istri sendiri dengan cara memaksa.
16.  Aborsi.
Aborsi adalah penyimpangan sosial yang dilakukan oleh seseorang dengan cara membatalakan kehidupan si bayi yang biasanya dilakukan leh para pelaku Free Sexs.
17.  Pelecehan Seksual.
Pelecehan Seksual merupakan sebuah bentuk penghinaan kepada diri sendir atau orang lain terhadap nilai seksual yang ada pada tubuhnya.
18.  Pacaran.
Pacaran secara bahasa adalah saling mengenal dengan curahan kasih sayang, namun pacara pada zaman ini tidak adalah sebagai sebuah teka-teki permainan seseorang untuk memenuhi kebengisan nafsu birahi mereka.
            Oleh karena itu marilah kita umat manusia yang memiliki kesempurnaan rupa dan bentuk (dari mahluk lain), seyogyanya kita gunaka sesuai dengan fungsi hakikatnya, sebagai bentuk rasa syukur kita kepada sang pencipta alam semesta.kehidupan kita didunia ini tidak lain hanyalah sebagai seorang pengembara yang mencari kebenaran hakiki dengan kurun waktu yang cukup singkat, sebagaimana hijrahnya seorang turis pada tempat-tempat wisata, datang hanya sebatas untuk melihat pemandangan yang kemudian pergi. Marilah kita gunakan waktu kita semaksimal mungkin sebelum datang teman kita (Israfil) yang selalu setia menanti kita dalam akhir kehidupan kita. Wallahu a`lam……..

Tidak ada komentar: