Senin, 23 September 2013

JERITAN PAGI TUK JIWA KEHIDUPAN



Ya Allah betapa malunya diri ini
Kasih sayangmu terus memenuhi kehidupan ini
Belayan tanganmu terus engkau ulurkan
Tuk memanjat tebing-tebing kehidupan dalam kehinaan
Namun kenapa ku masih dalam penghianatan
Tidakkah diriku cukup sadar
Tuk menghayati semuanya
Wahai jiwa keabadian
Yang tersembunyi dalam kehinaan
Dimanakah mukamu engkau simpan
Tidakkah engkau melihat
Tidakkah engkau mendengar
Dan tidakkah engkau merasakan
Akan kasih sayangNya dalam kehidupan
Akankah engkau terus demikian
Berlalu dalam ketidak pastian
Menjalani kehidupan Tanpa penglihatan dalam kejelasan
Mendaki cita tanpa pendengaran
Menyelami kebenaran Tanpa perasaan

1 komentar:

Muhammadfadli Fadli mengatakan...

Aku malu pada setiap kekuranganku