Tampilkan postingan dengan label Syari`ah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syari`ah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Maret 2024

Sudah Berzakat Tapi Sama dengan tidak Berzakat Karena Salah Menyalurkan Zakat

 


Ingat....! 2,5 Dari Kita Adalah Hak Mereka.

Diakhir bulan suci Ramadhan sering kali kita jumpai saudara kita yang bingung bagaimana caranya dan berapa jumlah zakat yang harus ditunaikan.

Zakat adalah bagian dari cara islam dalam memberdayakan ekonomi umat dan bagaimana islam mengajarkan dan menumbuhkan sikap peduli kepada sesama terutama kepada saudara kita yang kurang mampu. pemberdayaan ekonomi melalui zakat sangatlah efektif dan penyalurannya juga dipastikan tepat sasaran sesuai dengan ketentuan syariah yaitu delapan mustahiq zakat.

Perlu kiranya diperhatikan bahwa dalam perakteknya dilapangan ada dua organisasi pengumpul zakat yang bergerak dikalangan masyarakat. 

Pertama adalah Lembaga Amil Zakat yang telah mendapatkan legalitas dari lembaga amil zakat yang telah ditunjuk oleh pemerintah yaitu BAZNAS. Lembaga amil zakat dengan legalitas tersebut mempunyai wewenang untuk mengumpulkan dan menyalurkan zakat sesuai dengan syariat islam, dan personalia yang ada didalamnya merupakan Amil Zakat dan berhak menerima zakat.

Kedua, adalah Organisasi masyarakat yang melakukan pengumpulan dan penyaluran Zakat akan tetapi tidak memiliki legalitas dari Pemerintah. Namun perlu diperhatikan bahwa personalia Organisasi masyarakat yang melakukan pengumpulan dan penyaluran Zakat tidak termasuk Amil Zakat sehingga tidak berhak menerima zakat.

Hal yang harus diperhatikan adalah, adanya Amil Zakat dan Panitia Amil Zakat.

Amil Zakat adalah semua pihak yang bertindak mengerjakan hal-hal yang berkaitan dengan pengumpulan, penyimpanan, penjagaan, pencatatan, dan penyaluran atau distribusi harta zakat dan masuk dalam kategori mustahiq zakat (Amil).

Sedangkan Panitia Amil Zakat adalah semua pihak yang bertindak mengerjakan hal-hal yang berkaitan dengan pengumpulan, penyimpanan, penjagaan, pencatatan, dan penyaluran atau distribusi harta zakat namun tidak masuk dalam kategori mustahiq zakat (Amil).       

Apa bedanya menyalurkan zakat pada Lembaga Amil Zakat dan Organisasi masyarakat yang mengelola zakat.?

Perbedaanya adalah jika kita menyalurkan zakat kepada Lembaga Amil Zakat seperti BAZNAS, LAZISNU, LAZISMU, UPZ, dan lainnya, setelah kita menyalurkan zakat mal atau zakat fitrah dan diterima oleh pihak Lembaga Amil Zakat, maka seketika kewajiban kita sebagai muzakki dinyatakan sah dan telah menunaikan zakat sebagaimana kewajiban kita. Akan tetapi berbeda jika kita menyalurkan zakat kepada Organisasi masyarakat entah itu Remas, DKM, dan lainnya, setelah kita menyalurkan zakat mal atau zakat fitrah dan diterima oleh pihak Panitia Amil Zakat dalam organisasi tersebut, maka status kita masih belum dikatakan sebagai muzakki sepenuhnya sebelum zakat kita disalurkan kepada mustahiq oleh Panitia Amil Zakat. Jika sudah disalurkan kepada mustahiq maka kewajiban kita sebagai muzakki dinyatakan sah dan telah menunaikan zakat. 

Hal yang fatal adalah jika Zakat fitrah kita disalurkan kepada Panitia Amil Zakat sedangkan Panitia Amil Zakat yang menerima zakat kita tidak menyalurkan hingga batas akhir penyaluran zakat fitrah yaitu hingga sholat id selesai, maka status zakat kita tidak sah karena zakat yang kita berikan kepada Panitia Amil Zakat belum diserahkan kepada mustahiq.         

Jika Anda bingung, silahkan hitung dengan cara sebagaimana pada link Cara Menghitung Zakat Profesi dan Mal jika tetap bingung kami siap membantu menghitungkan sekaligus menyalurkan zakat anda pada orang yang benar-benar berhak menerima.🙏🏻

#Berbagiceritaceriabersama 

#KamiHadirSebagaiInspirasi

Cara Menghitung Zakat Profesi dan Mal


Sebentar lagi kita akan menunaikan ibadah puasa, mengharap ridho Allah SWT semoga menjadi insan yang bertaqwa.

Ingat....! 2,5 Dari Kita Adalah Hak Mereka.

Diakhir bulan suci Ramadhan sering kali kita jumpai saudara kita yang bingung bagaimana caranya dan berapa jumlah zakat yang harus ditunaikan.

Jika Anda bingung, silahkan hitung dengan cara sebagaimana pada link Cara Menghitung Zakat Profesi dan Mal jika tetap bingung kami siap membantu menghitungkan sekaligus menyalurkan zakat anda pada orang yang benar-benar berhak menerima.🙏🏻

#Berbagiceritaceriabersama 

#KamiHadirSebagaiInspirasi

Senin, 14 Maret 2022

Jangan Tengkar Hanya Karena Beda Istilah


Kita sering menolak sebuah istilah, atau terma, karena ia sesuatu yang baru atau belum biasa digunakan atau hanya karena ia bahasa orang/bangsa asing yang tidak kita sukai atau kita benci. Atau karena kepentingan tertentu. Atau karena pengetahuan bahasanya sangat lemah, misalnya tidak paham bahasa metafora (majaz), dll. 
Contoh yang biasa dikemukakan antara lain Gender, Hermeneutika, Demokrasi dan sebagainya. Boleh jadi juga seperti istilah “Islam Nusantara” (Isnus), “Islam Abangan”, “Islam Progresif”, “Islam Konservatif”, dll.
Padahal dalam pergaulan sehari-hari kita banyak menggunakan istilah-istilah asing bukan hanya produk barat yang Nasrani dan sekuler, tetapi juga produk kafir atheis atau Hindu dan sebagainya. Seperti Nasionalisme, Bhinneka Tunggal Ika, derma, bakti, suwarga (sorga), dan lain-lain.
Hal paling utama untuk dipikirkan seyogyanya bukanlah soal nama atau istilah itu, tetapi substansi dari nama atau istilah tersebut, apakah dapat dipahami atau tidak, apakah sama atau tidak maksudnya dengan bahasa kita sendiri atau bahasa bangsa lain yang kita cintai, misalnya Arab. Bahasa manusia berbeda-beda dan bahasa adalah symbol dari makna yang ada di dalamnya. Sama juga dengan bahasa isyarat atau tubuh. Jika kita paham atas istilah itu dan secara substansi tidak bertentangan dengan prinsip yang kita yakini, mengapa harus ditolak?.
Ulama mengatakan :
لا مشاحة فى الاصطلاح
“La Musyahata fi al-Isthilah”. Secara literal ungkapan ini berarti istilah/bahasa tidak pelit.
Maka:
لا ينبغي أن يمنع أحد أحدا أن يستعمل اصطلاحا معينا في معنى معين، إذا بين مراده بهذا الاصطلاحا.
"tidak seyogyanya seseorang melarang orang lain menggunakan suatu istilah tertentu untuk memberi makna sesuatu, jika dia menjelaskan maksudnya."
Akhirnya aku ingin bilang : orang yang berpengetahuan tidak akan buru-buru menyatakan atau menilai sesuatu di ruang publik sebelum memikirkannya.
Orang yang berpengetahuan dan rendah hati akan bertanya lebih dulu atas sesuatu istilah tertentu, kepada orang yang membuat istilah itu. Kecuali sudah didahului oleh rasa tidak senang.
Oleh. KH Husein Muhammad



Sabtu, 15 Agustus 2020

Kumpulan Doa-doa

 

DOA-DOA HARIAN

1.    Doa Sebelum Makan

اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami dalam rezeki yang telah Engkau berikan kepada kami dan peliharalah kami dari siksa api neraka"

2.    Doa Sesudah Makan

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِىْ اَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَامِنَ اْلمُسْلِمِيْنَ

Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan kami dan minuman kami, serta menjadikan kami sebagai orang-orang islam"

3.    Doa Sesudah  Minum

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِىْ جَعَلَهُ عَذْبًافُرَاتًابِرَحْمَتِهِ وَلَمْ يَجْعَلْهُ مِلْحًا اُجَاجًا بِذُنُوْبِنَا

Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air ini (minuman) segar dan menggiatkan dengan rahmat-Nya dan tidak menjadikan air ini (minuman) asin lagi pahit karena dosa-dosa kami"

4.    Doa Ketika Makan Lupa Membaca Doa

بِسْمِ اللهِ فِىِ أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah pada awal dan akhirnya"

5.    Doa Sebelum Tidur

بِسْمِكَ االلّٰهُمَّ اَحْيَا وَبِاسْمِكَ اَمُوْتُ

Artinya: "Dengan menyebut nama-Mu, Ya Allah, aku hidup dan dengan menyebut nama-Mu aku mati"

6.    Doa Sebelum Tidur

بِسْمِكَ اللّٰهُمَّ اَحْيَاوَاَمُوْتُ

Artinya: "Dengan menyebut nama-Mu ya Allah, aku hidup dan aku mati".

7.    Doa Ketika Mimpi Buruk

اَللّٰهُمَّ إِنّىِ أَعُوْذُبِكَ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ وَسَيِّئاَتِ اْلأَحْلاَمِ

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku mohon perlindungan kepada Engkau dari perbuatan setan dan dari mimpi-mimpi yang buruk"

8.    Doa Ketika Mendapat Mimpi Baik

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ قَطْلَ الْحَاجَتِ

Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah memberi hajatku"

9.    Doa Bangun Tidur

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِىْ اَحْيَانَا بَعْدَمَآ اَمَاتَنَا وَاِلَيْهِ النُّشُوْرُ

Artinya : "Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami sesudah kami mati (membangunkan dari tidur) dan hanya kepada-Nya kami dikembalikan"

10. Doa Masuk Kamar Mandi Atau Toilet

اَللّٰهُمَّ اِنّىْ اَعُوْذُبِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَآ ئِثِ

Artinya: "Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari godaan syetan  laki-laki dan setan perempuan"

11. Doa Istinja

اَللّٰهُمَّ حَسِّنْ فَرْجِىْ مِنَ الْفَوَاخِشِ وَظَهِّرْ قَلْبِيْ مِنَ النِّفَاقِ

Artinya : "Wahai Tuhanku, sucikanlah hatiku dari sifat kepura-puraan (munafiq) serta peliharalah kemaluanku dari perbuatan keji"

12. Doa Keluar Kamar Mandi Atau Toilet

اَلْحَمْدُللهِ الَّذِىْ اَذْهَبَ عَنِّى اْلاَذَى وَعَافَانِىْ

Artinya: "Dengan mengharap ampunanMu, segala puji milik Allah yang telah menghilangkan kotoran dari badanku dan yang telah menyejahterakan."

13. Doa Menjelang Sholat Shubuh

اَللّٰهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُبِكَ مِنْ ضِيْقِ الدُّنْيَا وَضِيْقِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ

Artinya: "Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesempitan dunia dan kesempitan hari kiamat. (HR. Abu Daud)"

14. Doa Menyambut Pagi hari

اَللّٰهُمَّ بِكَ اَصْبَحْنَا وَبِكَ اَمْسَيْنَا وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوْتُ وَاِلَيْكَ النُّشُوْرُ

Artinya : "Ya Allah, karena Engkau kami mengalami waktu pagi dan waktu petang, dan karena Engkau kami hidup dan mati dan kepada-Mu juga kami akan kembali."

15. Doa Menyambut Sore Hari

اَللّٰهُمَّ بِكَ اَمْسَيْنَا وَبِكَ اَصْبَحْنَا وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوْتُ وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ

Artinya : "Ya Allah, karena Engkau kami mengalami waktu petang dan waktu pagi, karena Engkau kami hidup dan mati dan kepada-Mu juga kami akan kembali."

16. Doa Ketika Bercermin

اَلْحَمْدُ للهِ كَمَاحَسَّنْتَ خَلْقِىْ فَحَسِّـنْ خُلُقِىْ

Artinya: "Segala puji bagi Allah, baguskanlah budi pekertiku sebagaimana Engkau telah membaguskan rupa wajahku"

17. Doa Masuk Rumah

اَللّٰهُمَّ اِنِّىْ اَسْأَلُكَ خَيْرَالْمَوْلِجِ وَخَيْرَالْمَخْرَجِ بِسْمِ اللهِ وَلَجْنَا وَبِسْمِ اللهِ خَرَجْنَا وَعَلَى اللهِ رَبّنَا تَوَكَّلْنَا

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu baiknya tempat masuk dan baiknya tempat keluar dengan menyebut nama Allah kami masuk, dan dengan menyebut nama Allah kami keluar dan kepada Allah Tuhan kami, kami bertawakkal"

18. Doa Keluar Rumah / Doa Bepergian

بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ لاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّبِالله

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah aku bertawakal kepada Allah, tiada daya kekuatan melainkan dengan pertologan Allah."

19. Doa Memakai Pakaian

بِسْمِ اللهِ اَللّٰهُمَّ اِنِّى اَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِ مَاهُوَلَهُ وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّمَاهُوَلَهُ

Artinya: "Dengan nama-Mu yaa Allah akku minta kepada Engkau kebaikan pakaian ini dan kebaikan apa yang ada padanya, dan aku berlindung kepada Engkau dari kejahatan pakaian ini dan kejahatan yang ada padanya"

20. Doa Memakai Pakaian Baru

اَلْحَمْدُلِلّٰهِ الَّذِىْ كَسَانِىْ هَذَا وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّىْ وَلاَقُوَّةٍ

Artinya: "Segala puji bagi Allah yang memberi aku pakaian ini dan memberi rizeki dengan tiada upaya dan kekuatan dariku"

21. Doa Melepas Pakaian

بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَإِلَهَ إِلَّاهُوَ

Artinya: "Dengan nama Allah yang tiada Tuhan selain-Nya"

22. Doa Memohon Ilmu Yang Bermanfaat

اَللّٰهُمَّ اِنِّى اَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ilmu yang berguna, rezki yang baik dan amal yang baik Diterima. (H.R. Ibnu Majah)"

23. Doa Sebelum Belajar

رَبِّ زِدْنِىْ عِلْمًا وَارْزُقْنِىْ فَهْمًا

Artinya : "Ya Allah, tambahkanlah aku ilmu dan berikanlah aku rizqi akan kepahaman"

24. Doa Sesudah Belajar

اَللّٰهُمَّ اِنِّى اِسْتَوْدِعُكَ مَاعَلَّمْتَنِيْهِ فَارْدُدْهُ اِلَىَّ عِنْدَحَاجَتِىْ وَلاَتَنْسَنِيْهِ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Artinya : "Ya Allah, sesungguhnya aku menitipkan kepada Engkau ilmu-ilmu yang telah Engkau ajarkan kepadaku, dan kembalikanlah kepadaku sewaktu aku butuh kembali dan janganlah Engkau lupakan aku kepada ilmu itu wahai Tuhan seru sekalian alam."

25. Doa Berpergian

اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِعَنَّا بُعْدَهُ اَللّٰهُمَّ اَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِ وَالْخَلِيْفَةُ فِى الْاَهْلِ

Artinya: "Ya Allah, mudahkanlah kami berpergian ini, dan dekatkanlah kejauhannya. Ya Allah yang menemani dalam berpergian, dan Engkau pula yang melindungi keluarga."

26. Doa Naik Kendaraan

سُبْحَانَ الَّذِىْ سَخَّرَلَنَا هَذَا وَمَاكُنَّالَهُ مُقْرِنِيْنَ وَاِنَّآ اِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ

Artinya : "Maha suci Allah yang telah menundukkan untuk kami (kendaraan) ini. padahal sebelumnya kami tidak mampu untuk menguasainya, dan hanya kepada-Mu lah kami akan kembali "

27. Doa Naik Kapal

بِسْمِ اللهِ مَجْرَهَا وَمُرْسَهَآ اِنَّ رَبِّىْ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Artinya : "Dengan nama Allah yang menjalankan kendaraan ini berlayar dan berlabuh, sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"

28. Doa Ketika Sampai di Tempat Tujuan

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى سَلَمَنِى وَالَّذِى اَوَنِى وَالَّذِى جَمَعَ الشَّمْلَبِ

Artinya:"Segala puji bagi Allah, yang telah menyelamatkan akau dan yang telah melindungiku dan yang mengumpulkanku dengan keluargaku."

29. Doa Ketika Menuju Masjid

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ فِىْ قَلْبِى نُوْرًا وَفِى لِسَانِىْ نُوْرًا وَفِىْ بَصَرِىْ نُوْرًا وَفِىْ سَمْعِىْ نُوْرًا وَعَنْ يَسَارِىْ نُوْرًا وَعَنْ يَمِيْنِىْ نُوْرًا وَفَوْقِىْ نُوْرًا وَتَحْتِىْ نُوْرًا وَاَمَامِىْ نُوْرًا وَخَلْفِىْ نُوْرًا وَاجْعَلْلِّىْ نُوْرًا

Artinya : "Ya Allah, jadikanlah dihatiku cahaya, pada lisanku cahaya dipandanganku cahaya, dalam pendengaranku cahaya, dari kananku cahaya, dari kiriku cahaya, dari atasku cahaya, dari bawahku cahaya, dari depanku cahaya, belakangku cahaya, dan jadikanlah untukku cahaya." (H.R. Bukhari dan Muslim)

30. Doa Masuk Masjid

اَللّٰهُمَّ افْتَحْلِيْ اَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

Artinya: "Ya Allah, bukalah untukku pintu-pintu rahmat-Mu"

31. Doa Keluar Masjid

اَللّٰهُمَّ اِنِّى اَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon keutamaan dari-Mu"

32. Doa Akan Membaca Al-Qur'an

اَللّٰهُمَّ افْتَحْ عَلَىَّ حِكْمَتَكَ وَانْشُرْعَلَىَّ رَحْمَتَكَ وَذَكِّرْنِىْ مَانَسِيْتُ يَاذَاالْجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ

Artinya : "Ya Allah bukakanlah hikmahMu padaku, bentangkanlah rahmatMu padaku dan ingatkanlah aku terhadap apa yang aku lupa, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan."

33. Doa Setelah Membaca Al-Qur'an

اَللّٰهُمَّ ارْحَمْنِىْ بِالْقُرْآنِ. وَاجْعَلْهُ لِىْ اِمَامًا وَنُوْرًا وَّهُدًى وَّرَحْمَةً. اَللّٰهُمَّ ذَكِّرْنِىْ مِنْ هُمَانَسِيْتُ وَعَلِّمْنِىْ مِنْ هُمَاجَهِلْتُ. وَارْزُقْنِىْ تِلاَوَتَهُ آنَآءَاللَّيْلِ وَاَطْرَافَ النَّهَارٍ. وَاجْعَلْهُ لِىْ حُجَّةً يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Artinya : "Ya Allah, rahmatilah aku dengan Al-Quran yang agung, jadikanlah ia bagiku ikutan cahaya petunjuk rahmat. Ya Allah, ingatkanlah apa yang telah aku lupa dan ajarkan kepadaku apa yang tidak aku ketahui darinya, anugerahkanlah padaku kesempatan membacanya pada sebagian malam dan siang, jadikanlah ia hujjah yang kuat bagiku, wahai Tuhan seru sekalian alam."

34. Doa Niat Wudhu

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Artinya : "Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadast kecil fardu (wajib) karena Allah ta'ala"

35. Doa Setelah Wudhu

اَشْهَدُ اَنْ لاَّاِلَهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُاَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَالتَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِىْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ، وَجْعَلْنِيْ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ

Artinya:"Aku bersaksi, tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku mengaku bahwa Nabi Muhammad itu adalah hamba dan Utusan Allah. Ya Allah, jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang suci dan jadikanlah aku dari golongan hamba-hamba Mu yang shaleh"

36. Doa akan Mandi (Bukan Mandi Wajib)

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلِى ذَنْبِى وَوَسِّعْلِى فِىْ دَارِىْ وَبَارِكْلِىْ فِىْ رِزْقِىْ

Artinya : "Ya Allah ampunilah dosa kesalahanku dan berilah keluasaan di rumahku serta berkahilah pada rezekiku"

37. Doa ketika menjenguk orang sakit

اَللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ مُذْهِبَ الْبَاسِ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِى لاَ شَافِىَ إِلاَّ أَنْتَ ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

Artinya:“Ya Allah Wahai Tuhan segala manusia, hilangkanlah penyakitnya, sembukanlah ia. (Hanya) Engkaulah yang dapat menyembuhkannya, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dariMu, kesembuhan yang tidak kambuh lagi.” ( HR. Bukhari, no. 5742; Muslim, no. 2191)

38. Doa setelah adzan

اَللّٰهُمَّ رَبَّ هٰذِهِ الدَّعْوَةِ التَّآمَّةِ، وَالصَّلاَةِ الْقَآئِمَةِ، آتِ  سَيِّدِنَا مُحَمَّدَانِ الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَالشَّرَفَ وَالدَّرَجَةَ الْعَالِيَةَ الرَّفِيْعَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًامَحْمُوْدَانِ الَّذِىْ وَعَدْتَهُ اِنَّكَ لاَتُخْلِفُ الْمِيْعَادَ يَآاَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Artinya: "Ya Allah, Tuhan yang memiliki panggilan yang amat sempurna, dan sholat yang senantiasa didirikan, berilah karunia kepada Nabi Muhammad berupa tempat yang luhur, kelebihan, kemuliaan, serta derajat yang tinggi, tempatkanlah ia pada kedudukan yang paling terpuji sebagaimana yang telah Engkau janjikan. Wahai dzat yang Maha Penyayang".

39. Doa Sapu Jagat

رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya: “Ya Allah, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa neraka”. (QS. Al-Baqarah: 201)

40. Doa untuk kedua orang tua

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

Artinya: "Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku (Ibu dan Bapakku), sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil"

41. Doa ziarah kubur

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَيَرْحَمُ اللهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ أَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ

Artinya “Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam, semoga Allah merahmati orang-orang yang mendahului kami dan orang-orang yang datang belakangan. Kami insya Allah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian.”