Selasa, 10 Maret 2015

DUNIA CINTA SEORANG REMAJA



Percintaan dalam kehidupan masa remaja dijadikan hal yang biasa bagi mereka, bahkan mereka akan menganggap teman-teman mereka yang tidak bercinta sebagai seseorang yang tidak jantan. Agregat kehidupan semacam ini tidak dapat dipungkiri dalam kehidupan remaja ataupun remaji, yang diakibatkan oleh beberapa faktor :
1.      Keluarga. Pengawasan yang diberikan oleh pihak keluarga tidak begitu maksimal dalam memberikan motivasi distruktif demi masa depan anaknya, sehingga sang anak cendrung memandang sepele akan nasehat orang tua.
2.      Lingkungan bermain. Dengan lingkungan yang penuh dengan liku-liku percintaan, lambat laun seorang anak akan ikut dan masuk dalam perjalanan teman-temannya, karena dia tidak mau dihindari lantaran tidak sebanding dengan alur kehidupan teman-teman mereka.
3.      Motivasi yang sangat memojokkan sang anak menjadikan sebuah landasan utama untuk bertindak sebagai seseorang yang dapat menampakkan rasa keakuan dengan sepenuhnya.
4.      Transparansi media masa dalam hal aktivitas orang-orang dewasa juga mempengaruhi refleksitas biologis seseorang dalam menjalani kehidupan.
Bercinta itu adalah hal yang biasa “kono lo, jaman sekarang dak punya pacar” begitulah kata-kata yang diungkapkan oleh para pujangga.
Berjalan dalam keseharian penuh liku-liku, namun tidak tau makna hakiki dari apa yang dihadapi. Begitulah perjalanan remaja sekarang. Dalam penelitian ilmuan barat dan penelitian ini ternyata sesuai dengan pendapat Al-ghazali “ perjalanan cinta seseorang dalam dunia percintaan yang langgeng hingga menuju lembah perkawinan ialah satu banding seribu”  jadi dari kesimpulan ini sudah bisa kita simpulkan, bahwa remaja-remaji dalam menjalin hubungan percintaan pada saat merka dalam usia senja hanya sebatas yuforia semata, sebatas selingan untuk mengisi ruang-ruang kosong.
Dari beberapa teman yang saya temui tidak sedikit yang mengatakan “saya berpacaran hanya sebatas hiburan semata saja”  dan semapat juaga saya menanyakan apa itu cinta (teman yang sedang menangis dalam loving problem ) dia menjawab bahwa cinta itu adalah kasih sayang yang harus diberikan kepada seseorang yang ia cintai, ada juga yang menjawab cinta itu pengabdian, pengorabanan, dan banyak lagi yang lainnya… jika saya tarik kesimpulan dari perjalanan seorang sufi dalam menjalani kehidupan mereka menuju Sang Pencinta : priodesasi kehidupan untuk sampai kepadaNya ialah melalui :
1.      Adanya rasa Keingin Tahuan
2.      Perkenalan (yang dilakukan oleh seorang abid dengan sang Khalik melalui jalan ibadah)
3.      Dari peroses perkenalan tersebut timullah rasa Cinta seorang abid kepadaNya.
4.      Dari perjalanan cinta yang cukup lama, maka akan timbul rasa Kasih Sayang dari jiwa yang terdalam sehingga mereka rela menjauh dari kehidupan demi mendekatkan diri kepadaNya dengan penuh pengurbanan lahir dan batin.
Begitulah priodesasi para sufi dalam meraih cinta hakiki. Berbeda dengan para remaja hari ini, ketika mereka menjadlin percintaan dengan sesama (mahluk Allah) mereka cendrung berhenti pada bundaran Cinta semata, dan tidak sampai pada bundaran Kasih Sayang selayaknya para sufi dalam meraih cinta hakiki. Sehingga tidak heran jika banyak diantara mereka yang mendapat gelar sebagai play boy ataupun play girl.
Diakibatkan oleh kurangnya pengetahuan terhadap makna hakiki dari cinta, maka tidak seharusnya kita menutup diri dari mereka untuk memberikan asupan pengetahuan. Entah kenapa, Saya heran kepada objec percintaan, sekian seringnya mereka menjadi object percintaan yang tidak begitu jelas arah dan tujuannya, kenapa mereka mau menjadi uji kelayakan. Aneh bin mengherankan ….. mungkin yang pasa bagi mereka adalah firma Allah yang berbunyi “Afala Ta`qilun” .

Cinta hakiki hanya bersemayam dalam lubuk hati
Didalam jiwa-jiwa yang suci,
Cinta hakiki tidak pernah menghianati
Lawan menjadi diri
Dimana diri ini berdiam
Disama jiwa ini mencari ketenangan
Mencari kesunyian
Menciptakan kedamaian
Dzikir menjadi sarapan dan minuman
RidaNya selalu menjadi harapan
Dalam segala perjalanan kehidupan

HANYA ORANG-ORANG BERFIKIR YANG DAPAT MEMBACA KEHIDUPAN ...........!!!

Tidak ada komentar: