Selasa, 10 Maret 2015

SHALAT YANG TAK LAGI DITEGAKKAN


Shalat adalah kunci kehidupan bagi manusia dalam kehidupan ini, tiada yang dapat bertemu dengan sang pencipta tampa melaksanakan ritus keagamaan (Shalat) dengan sebenar-benarnya. Saya bukanlah sesorang yang sempurna dalam melaksanakan sholat, namun saya selalu berusaha demi menuju kejayaan dalam melaksanakan sholat menuju sang maha pemberi kedamaian jiwa.
Sholat adalah obat bagi siapa yang mempunyai penyakit, dengan sholat maka segalanya akan menjadi terselesaikan, disamping sholat kita diperintahkan pula berlaku sabar dalam kehidupan ini. Dalam hadits Rasulullah SAW. bersabda:
عن أبي مالكالحارث بن عاصم- الأشعري رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم - الطهور شطر الإيمان والحمد لله تملأ الميزان وسبحان الله والحمد لله تملأ ما بين السماء والأرض والصلاة نور والصدقة برهان والصبر ضياء والقران حجة لك أو عليك كل الناس يغدو فبائع نفسه فمعتقها أو مُوبقها -" رواه مسلم
Dari Abu Malik, Al Harits bin Al Asy'ari radhiyallahu 'anhu, ia berkata : “Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : ‘Suci itu sebagian dari iman, (bacaan) alhamdulillaah memenuhi timbangan, (bacaan) subhaanallaah dan alhamdulillaah keduanya memenuhi ruang yang ada di antara langit dan bumi. Shalat itu adalah nur, shadaqah adalah pembela, sabar adalah cahaya, dan Al-Qur'an menjadi pembela kamu atau musuh kamu. Setiap manusia bekerja, lalu dia menjual dirinya, kemudian pekerjaan itu dapat menyelamatkannya atau mencelakakannya”.

Sabar adalah cahaya yang akan menerangi kehidupan yang dalam kegelapan dan akan memberikan sebuah keajaiban bagi orang-orang yang suka berpikir dalam menjalani hiruk pikuk kehidupan. Jalan yang gelap kan menjadi terang, jalan yang bengkok kan menjadi lurus. Sabarnya seseorang kan menentukan keabsahan shalat seseorang, dengan kesabaran menghadapi godaan syetan, maka mereka-mereka yang dapat menahan rasa indahnya rayuan syetan yang bersifat sementara, mereka akan  mengarungi lebih jauh lagi nikmat yang Dia berikan pada siapa saja yang mencapai puncak kehusyuaan.
Dalam sebuah hadits rasulullah menjelaskan betapa besar dan penting melaksanakan shalat dengan sebaik-baiknya.
Dari Ibnu 'Umar radhiallahu 'anhuma, sesungguhnya Rasulullah telah bersabda : "Aku diperintah untuk memerangi manusia sampai ia mengucapkan laa ilaaha illallaah, menegakkan shalat dan mengeluarkan zakat. Barangsiapa telah mengucapkannya, maka ia telah memelihara harta dan jiwanya dari aku kecuali karena alasan yang hak dan kelak perhitungannya terserah kepada Allah Ta'ala".
Perintah rasul kepada para shahabat ialah memerintahkan mereka supaya MEMERANGI manusia sampai mereka membaca kalimat tauhid dan menegakkan shalat. Menegakkan shalat tidaklah hanya sekedar berdiri dan duduk saja, akan tetapi harus diiringi keyakna jiwa yang menyatu dengan sang Khaliq. Kerisis dalam menegakkan shalat sudah beredar luas, tidak hanya dalam kalangan orang-orang yang awam akan ilmu, namun para santri yang seyogyanya membimbing, memberi arahan baagaimana sebenarnya dan bagaimana baiknya, malah mereka memberikan contoh yang tidak sedap bagi kehidupan (guyon sebelum shalat, main dorong-dorongan dan banyak lagi yang lainnya).
Penghianatan tidaklah selalu datang dari orang-orang yang tidak sejalan dengan kita, namun penghianatan itu sering kali bermuculan dari pintu-pintu rumah kita sendiri, disadari atau tidak, itu adalah kenyataan yang tidak dapat kita hindari.  Benar apa yang dikatakan oleh filosufi barat “keruntuhan agama Islam dikarenakan oleh ulah umat Islam itu sendiri, dan keruntuhan agama Keristiani disebabkan oleh umat keristiani itu sendiri” maka kita sebagai manusia berkedok islam, setidaknya kita dapat merawat kedok kita dengan menghias dengan penuh pernak-pernik keindahan, sehingga kehidupan ini menjadi damai tampa perlu ketidak pastian dalam kepentingan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.
HANYA ORANG-ORANG BERPIKIR YANG MAU MENYALAHKAN DIRI
DEMI MENDAPATKAN JATI DIRI…………



Tidak ada komentar: