Minggu, 08 Maret 2015

Tips Supaya Doa Cepat Dikabulkan



            Ada anggapan dari beberapa orang yang berdoa,  “kenapa doa saya tidak diterima oleh Allah, padahal saya selalu berdoa kepadaNya.?” Pada dasarnya semua doa yang dipanjatkan oleh manusia oleh Allah didisposisi semua, akan tetapi, tidak semua doa yang dipanjatkan direalisasikan secara langsung sesuai dengan permintaan orang-orang yang berdoa, akan tetapi karena Allah adalah sang  maha mengetahui atas segala kehidupan hambaNya, dan dia pula yang maha mengatur kehidupan manusia dan mahluk ciptaanNya, maka dia akan selalu memberikan apa yang terbaik bagi ciptaanNya demi kelagsungan hidup mahlukNya.
            Dalam setiap permintaan yang kita utarakan tentunya kita menginginkan apa yang kita minta dapat terkabulkan sesuai dengan apa yang kita hajatkan. Berkenaan dengan bagaimana doa kita agar diterima oleh Allah, maka tentunya kita harus melakukan beberapa hal (adab) pada saat kita memanjatkan doa. Imam Al-Ghazali menerangkan dalam kitabnya Ihyau `Ulumiddin, ada sepuluh hal kenapa doa seseorang itu dikabulkan oleh Allah, yaitu;
  1. Waktu berdoa
  2. Keadaan orang yang berdoa (siapa yang berdoa)
  3. Menghadap kiblat
  4. Suara orang yang berdoa
  5. Lapar
  6. Rendah diri, khusyuk, dan penuh harapan
  7. Yakin dan percaya
  8. Mengulang-ulang doa minimal 3x
  9. Dibuka dengan dzikir
  10. Ketenangan jiwa
            Menurut Imam Ali r.a waktu adalah bagaikan pedang, dikala kita tidak dapat memainkan pedang maka kita yang akan dipermainkan oleh pedang itu sendiri, namun jika kita dapat memainkan pedang maka dengan mudahnya kita berlaga. Betapa berharganya waktu yang kita miliki untuk bermunajat kepada Allah, terutama separuh malam yang kita miliki disaat orang lain tidur nyenyak seyogyanya kita bangkit menengadahkan tangan kita memohonkan hajat kita kepadaNya. Disamping itu juga keadaan diri kita pada saat memanjatkan doa setidaknya kita harus tau diri akan keadaan diri kita apakah diri ini sudah suci ataukah masih dalam keadaan kotor, entah kotor dari hadatsain ataupun kotor dari perbuatan-perbuatan tercela, sehingga kita masih terhijabkan oleh dosa-dosa yang kita miliki dan doa yang kita panjatkan masih terhalang oleh hijab yang notabennya dibuat oleh kita sendiri.
            Dengan menghadap kiblat sebagai pusat peribadatan muslim (ka`bah) diiringi denga suara dengan penuh kerendahan tidak keras, namun penuh dengan perasaan khusyuk dan penuh harapan agar doa yang kita panjatkan diterima disisiNya. ادعوا ربكم تضرعا وخفية “berdoalah kalian kepada Rabmu dengan penuh kerendahan dan rasa takut”. Takut seorang hamba pada tuhannya bukanlah seperti takutnya seseorang menghadapi seekor macam yang semakin takut akan semakin menjauh, semakin takut seorang hamba kepada tuhannya maka ia akan semakin mendekat, begitulah rasa takut seorang hamba dengan tuhannya.
            Optimis adalah faktor kenapa kita bisa berhasil dalam melakukan sesuatu, Allah bersabda dalam hadits Qudsinya ANA `INDAA DANNI `ABDI “saya berdasarkan perasangka hambaku”, tatkala kita optimis bahwa Allah akan mengadbulkan apa yang kita pinta, maka sudah barang pasti kita akan mendapatkan apa yang kita pinta. Lebai kepada sang kuasa adalah perilaku positif dan hal ini bukanlah suatu yang salah kaprah, akan tetapi hal ini merupakan keharusan yang harus diungkapkan bagi seorang hamba kepada pujaannya.
            Yang terpenting dalam doa adalah bagaimana kita dapat menghadirkan jiwa kita disaat doa-doa kita panjatkan, jiwa kita hadirkan tuk menghadap dan bertatap muka denganNya, sehingga jika jiwa ini sudah dapat bertemu dan dapat menghadapNya secara langsung, maka hal yang sudah tentu apa yang kita sampaikan akan diterima olehNya. Wallahu A`Lam……

Tidak ada komentar: